Popular Posts

Friday, December 23, 2011

Don't give up!

Ok, i will share this video first..

Kita dikirim ke medan laga untuk mengakhiri sampai garis finis. Nah, Derek Redmond juga punya prinsip yang bener ketika dia maju ke medan laga.
Memang sering kali kita mendengar bahwa bila turun ke pertandingan, kita ingin menang. Kita bisa menang bila kita menjalaninya sesuai aturan yang berlaku.
Like my Bible said : " Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota  sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." (2 Timotius 2:5)

Tapi kadang dalam perjalanan, kalo kita udah keliatan nggak bakal menang, kita bakalan undur, slow down, atau kadang brenti total. Nah, bukan itu esensi paling penting yang diinginkan. Kita hanya akan merasakan bahwa kita telah mengikuti suatu pertandingan bila kita mengakhirinya di garis finis atau sampai kita berhenti untuk mengangkat trofi atau bahkan hanya memberi ucapan selamat kepada lawan kita atas keberhasilannya.

Itulah esensi dari sebuah pertandingan. Ada pertandingan = ada peserta = ada pemenang = ada yang belum menang. Itulah sebenarnya, tidak ada yang kalah.

Don't give up! Kamu akan gagal ketika kamu berhenti berusaha. Selama berusaha, berarti masih ada harapan. Ya, sesederhana itu memang.

So? What will you do? Just do it (kaya topi papahnya Derek Redmond). Ok?

Thursday, December 22, 2011

e-ktp vs holiday

Confusing about the holiday!
e-KTP ngebuat semua berantakan! e-KTP apa harus tahun ini? Kalo orangnya nggak ada di kota asal trus gimana? wah wah wah....

Rencana new year di Surabaya kalo sampe batal gara-gara e-KTP ga seru blas!

Memang ga cuma mau new year disini, masih ada urusan lain yg emang harus diselesaiin taon ini di Sby. Tapi gara-gara e-KTP trus mami jadi ga enak ati kan ya ga enak banget!

Seberapa pentingnya kah e-KTP sampe harus cepat-cepat dibuat? Untuk mempermudah proses selanjutnya dengan pakai e-KTP? Ya mungkin sih lebih cepat lebih baik, tapi proyek pemerintah 1 ini memang masih kurang familiar & aku mencium bau korupsi disana sini ttg pengadaan e-KTP ini. Tapi males bahas tentang korupsinya. Pasti ada, yakin dan percaya sih, tapi males nge bahas di blog.

Tapi bukannya sebagai warga negara, pasti akan dapat kemudahan dalam membikin kartu identitas pribadi ini ya? Kalo sampe bikin kartu identitas pribadi aja dipersulit, trus kalo ada razia disuruh ngaku warga negara mana dong?

I don't care about e-KTP lah..

Sunday, December 18, 2011

real estate-kampung

Mau share aja hasil dari kuliah tentang Pokok Permukiman & Wilayah Kota (PPWK).

Waktu kuliah, dosen bicara tentang Perbedaan Real Estate dan Kampung. Ya, kita sudah pada tau lah ya kalo real estate mesti keren, semua tertata, ada taman, rumah seragam bagus-bagus. Dan kalo kampung ya pasti jalan sempit, sampah berceceran, got warna hitam, rumah maju-mundur sendiri-sendiri, dll.
Nah, hal ini yang ngebuat aku tertarik. Pasti ada hal 'asing' yang aku dapet dikuliah ini.

Ternyata bener juga sih. Apa yang membuat kampung nggak bisa tertata seperti real estate? Ya gampang, karena tidak ditata dengan baik!

Mungkin dengan adanya penataan dari pemerintah, akan membuat kampung menjadi lingkungan layak huni. Disini yang dimaksud kampung adalah kampung yang terjadi karena proses peradaban masyarakat secara manual. Memang ada kampung yang bersih, nyaman, dan asik untuk dinikmati lingkungannya.
Campur tangan pemerintah mungkin dengan cara pengadaan aturan yang sudah diremajakan, campur tangan pemerintah lewat bagian tata kota untuk ikut turun tangan dalam pengecekan secara langsung pembuatan IMB dan pengecekan berkala di tempat pembangunan.

Pembangunan tempat-tempat umum dilakukan pemerintah dan jangan dipasrahkan ke warga kampung, tapi warga kampung yang turut mengerjakan (gotong royong). Contohnya pembuatan jalan, pengadaan tempat sampah, penataan saluran air dan listrik. Sehingga pemerintah selayaknya penyedia real estate, hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli dan membangun kapling yang sudah disediakan.
Dengan demikian, tidak akan akan terjadi banjir, sarang penyakit, dan kepenatan di lingkungan kampung yang ada karena campur tangan pemerintah yang langsung dengan tegas memberi peraturan diwilayah kampung tersebut.

Sampai sekarang hal itu masih jarang terjadi dikampung, karena setiap kampung tidak memiliki perencana lingkungan yang baik. Maka hal itu harus disokong oleh pemerintah yang mempunyai ahli dibidangnya. Tidak seperti real estate yang sudah ditata oleh para pengembang.

Ketika dakwah diperjualbelikan

Langsung aja, pengennya nge blog singkat aja si..

Pada tau 'kan, kalau di channel TVO*e ada acara yang isinya kompetisi dakwah? Nah, sampai sebegitunyakah orang-orang pertelevisian menjual acaranya demi nominal rupiah?

Setau saya saja sih, memang di Indonesia masih belum bisa meninggalkan kebiasaan 'follow the mainstream'. Nah, ketika jaman AA Gym dulu berdakwah dan banyak orang suka, maka para pendakwah (ustad) lain mulai bermunculan. Ustad yang dahulu kliatannya kolot, berjenggot, berbusana Arab sudah tidak begitu nampak. Yang keluar malah para ustad ganteng. Kemudian muncul juga di layar kaca ustad perempuan yang bicaranya tajam tapi penuh kasih. Nah, begitu fenomena para pendakwah ini muncul, langsung aja di follow up dengan kehadiran 'kompetisi' para da'i cilik mulai diajarin bahasa-bahasa yang cukup berat bagi mereka, kemudian disusupi dengan cara pikir orang dewasa. Sehingga nampak keren ketika para da'i cilik ini berbicara, seakan membuka pikiran orang dewasa akan perkataannya ini.

Memang semua ada baik buruknya. Para anak kecil ini memang sudah diajarkan tentang pendidikan agama sedari kecil. Itu bagus. Tapi, bukankah proses hidup dan waktu yang akan mendewasakannya?
Kemudian negatifnya adalah, mengapa sampai acara ini diperjualbelikan seperti ini? Mungkin ada yang bertanya, maksud dari diperjualbelikan apa ya? Gini, kita tahu kan kalo acara masuk tv itu harus bayar pake uang yang ga sedikit kan.. Tiap detik di tv adalah uang. Nah, otomatis para sponsor iklan, dll harus bayar buat ngehidupin biaya acara ini. Nah, apa sampai sebegitunya kalo cari uang harus pake acara kotbah+sms+juara? Pikir saya, kok dakwah aja sampai dijual?! Bukankah seharusnya kita memberikan dakwah itu secara gratis? Program kompetisi ini juga kurang pas untuk acara semacam dakwah, kalo kompetisi nyanyi / adu bakat sih masih okay, tapi kalo sampai surat-surat Nabi aja dijadikan kompetisi, rasanya kurang pas.

Saturday, December 10, 2011

Indonesia, mau dibawa kemana? Indonesia bisa!

Nah, seperti janji saya di blog sebelumnya, aku pengen share ttg Indonesia. Negara, bangsa, tanah air, tumpah darah, dan lain-lain kita yang kita cintai. Mungkin aku ga share banyak tentang pariwisata atau apapun itu, karna kalian yang baca ini pasti uda lebih pinter / gampang banget lah cari tentang pariwisata dan segala macemnya lewat Om Google, mungkin kalupun ada hanya sekedar mengingatkan aja.

Kali ini mungkin cuma mau share, gimana cara 'berjualan' tentang negara kita ke dunia. Korea punya jalannya sendiri dalam promosi negara lewat seni. Jepang punya budaya yang aduhai buat kita pengen tau tentang Jepang. Singapore punya caranya sendiri dalam menggaet wisatawan datang ke negaranya dengan pariwisata dan rumah sakitnya. Malaysia katanya 'truly asia' punya caranya sendiri buat nangkap pelajar/wisatawan ke negaranya lewat menara Petronas nya yang katanya di arsiteki oleh anak negri kita. Trus masih banyak negara lain di Asia yang berhasil jual negaranya habis-habisan. Dan kalian pasti sudah tau juga sih, mayoritas wisatawan di negara ASEAN adalah orang Indonesia. Tragis.

Memang sih akhir-akhir ini sibuk banget, jadi bahan buat nge-blog kali ini uda aku simpen di memo BB biar nggak kelupaan buat ditulis. Mungkin nggak gitu banyak & masih dangkal banget cara pikirku, tapi nggak ada salahnya kan buat sekedar berbagi.

Facebook, twitter, BB, koran, google, email, youtube, tv, kaskus adalah media yang paling sering aku pake buat dapetin informasi & kadang cara pikir orang lain. Jadi mungkin cara pandangku merupakan cara pandang campuran dari orang-orang berpengaruh/mungkin orang-orang yang asal bicara tapi masuk akal menurutku. Sekali lagi, ini cuma menurutku.

Nah, kalian tau banget kan kalo Indonesia adalah negara yang masuk dalam 5 besar negara dengan jumlah penduduk paling banyak di bumi ini. Nomer 1 sih masih tetep dipegang Cina. Menurut google sampai 2 bulan lalu urutannya sih kaya gini : 
1 Republik Rakyat Cina 1.306.148.035
2 India 1.065.070.607
3 Amerika Serikat 297.336.946
4 Indonesia 241.452.952
5 Brasil 184.101.109
6 Pakistan 159.196.336
7 Rusia 143.782.338
8 Bangladesh 141.340.476
9 Nigeria 137.253.133
10 Jepang 127.333.002
(sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111011232632AAzM4h2)
Kebayang nggak tuh, Indonesia ada di urutan ke-4 dunia. Itu baru dari segi jumlah penduduk. Oke, kita lihat lagi dulu dari segi bahasa. Menurut om google, 10 bahasa yang paling banyak dituturkan adalah sebagi berikut :
1. Bahasa Mandarin
2. Bahasa Inggris
3. Bahasa Hindi
4. Bahasa Spanyol
5. Bahasa Rusia
6. Bahasa Arab
7. Bahasa Bengali
8. Bahasa Portugis
9. Bahasa Indonesia
10. Bahasa Perancis
(sumber:http://nagapasha.blogspot.com/2011/12/10-bahasa-yang-paling-banyak-digunakan.html)

Oke, dari 2 sumber itu (nggak tau keakuratannya sih, tapi setidaknya jadi gambaran) kita bisa lihat, Indonesia selalu masuk 10 besar dalam hal 'terbanyak'. Terbanyak yang aku maksud adalah seperti ini, dalam hal penduduk, otomatis kata Indonesia di dunia pernah didengar, setidaknya oleh pengamat bidang penduduk, politik, maupun ekonomi dunia. Pernah didengar memang belum tentu dipikirkan oleh mereka, tapi dari pelajaran yang pernah aku tau, apapun yang pernah didengar, dilihat, maupun dirasakan itu semua akan terekam dipikiran bawah sadar kita. Nah, setidaknya dunia mengenal ada negara yang namanya Indonesia. Oke, kemudian lanjut ke bahasa. Tidak semua negara punya bahasanya sendiri. Contohnya saja Amerika, negara yang katanya adikuasa itu tidak punya bahasa sendiri. Mereka adalah negara yang dibentuk oleh orang-orang Inggris, makanya bahasanya pakai bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya memang sedikit beda dengan British, itu cuma masalah aksen/dialek saja. Tapi dengan kata kasarnya mereka tidak punya identitas bahasa khas pribadi mereka sendiri. Sedangkan Indonesia punya! Bahasa Indonesia. Nah, kita lihat diatas tadi, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling sering digunakan nomor 9 di dunia. Mungkin kita cerna 1 per 1 10 besar bahasa paling populer di dunia itu. 
Urutan pertama 1 adalah Cina, masuk akal karena merupakan negara dengan penduduk paling banyak di dunia dan keturunan orang Cina menyebar hampir diseluruh bagian di dunia ini, kita dengan mudah dapat menemui orang Cina/keturunan Cina di negara manapun. 
Urutan 2, bahasa Inggris. Masuk akal juga, karena Inggris sewaktu zaman perang dunia 1 bahkan sebelum itu, mereka sudah banyak melakukan invasi ke wilayah-wilayah menggunakan kapal dan menjajah negara-negara di Amerika, Asia, maupun Afrika. Mau tidak mau mereka pasti juga menyebarkan bahasa mereka ke negara-negara dunia ini, bahkan mereka mendirikan negara persemakmuran Inggris, otomatis tambah banyak yang bisa bahasa Inggris. Jadi maklum saja kalo bahasa Inggris jadi bahasa internasional.
Urutan 3 ada Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain bahasa Inggris (India pernah dijajah Inggris), maklum juga karena India mempunyai penduduk nomer 2 terbanyak di bumi.
Urutan 4 adalah bahasa Spanyol. Spanyol dan Portugis adalah negara yang pernah melakukan perjalanan mengelilingi dunia, maka mereka juga mengajarkan bahasa negara mereka ke warga yang pernah disinggahi. Contohnya adalah daerah Sulawesi, Indonesia. Kadang masih ada orang bagian Timur Indonesia yang memakai bahasa negara Eropa tersebut, bahkan nama orang-orang disana ada yang memakai nama khas orang Spanyol / Portugis.
Urutan 5 Rusia. Rusia dahulu adalah Unisoviet. Maklum bila negara-negara pecahan Unisoviet menggunakan bahasa Rusia karena memang dahulu adalah 1 kesatuan. Dan bahasa mereka ada di urutan 5 memang masuk akal, karena negara pecahan Unisoviet memang cukup banyak.
Urutan 6 adalah Arab. Ya kalian tau lah, tiap tahun brapa juta orang datang ke Arab buat naik haji atau mungkin cuma berlibur dan lain sebagainya. Lagian bahasa yang di gunakan di Kitab Suci agama Islam (Al-Quran) adalah bahasa Arab, jadi pasti banyak sekali yang belajar bahasa itu dalam tujuannya untuk belajar agama.
Urutan 7 bahasa Bengali. (kali ini harus copas dari wikipedia, karna memang ga tau ada bahasa macam kaya ginian =p)
Bahasa Bengali adalah anak cabang dari Bahasa Indo-Arya. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, dengan penutur lebih dari 200 juta jiwa yang masing-masing berada di Bangladesh (sekitar 120 juta), India (±70 juta). Di India, Bahasa Bengali dituturkan di negara bagian Bengala Barat, Assam, Tripura hingga Manipur, di samping penutur yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Bahasa Bengali dibagi menjadi dua dialek sosial yakni, yang disebut sebagai Shadhu Bhasa (yakni bahasa standar)yang didasarkan pada dialek kota Kolkata, sedangkan Cholit Bhasa adalah bahasa non-standar yang tergantung pada wilayah tutur Bahasa itu sendiri. Di Bangladesh, bahasa Bengali didasarkan pada dialek yang dipakai di kota Dhaka.
Istilah Bengali adalah istilah Inggris untuk menjabarkan bahasa dan masyarakat wilayah Bengala. Berasal dari kata Vanga yang kemudian berubah menjadi Bangalaah oleh lidah Persia, kemudian menjadi Bengali (dalam lafal setempat diucapkan sebagai Benggoli). Kata Bangla pun kini diterima sebagai istilah baku, sedangkan masyarakat setempat menyebut wilayahnya dengan istilah Bongo. Kini Tanah Bengali terbagi menjadi dua wilayah, yakni Poschim Bongo (Bengal Barat) dan Purbo Bongo (Bangladesh).
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Bengali)
Urutan 8 adalah bahasa Portugis=bahasa Spanyol diatas.
Urutan 9 adalah Bahasa Indonesia. Nah ini dia jagoannya. Negara dengan penduduk terbanyak nomor 4 dunia! Memang nggak semua bisa bahasa Indonesia, orang-orang pedalaman punya bahasa sukunya masing-masing, tapi beberapa dari mereka masih ada yang bisa bahasa Indonesia. Bahasa kita sudah dipelajari oleh minimal setau saya sih (maklum males buka google) di 15 negara. Yang dimaksud adalah di 15 negara itu ada yang membuka kelas di sekolah/universitasnya buat orang yang mau belajar bahasa Indonesia. Dan kita tau, banyak orang Australia yang mempelajari bahasa kita.
Urutan nomor 10 adalah bahasa Prancis. Bahasa yang kata orang dunia adalah bahasa paling seksi dimuka bumi ini. Pernah aku belajar bahasa Prancis sewaktu kelas 3 SMA. Bahasanya acak adut! Sulit banget, tapi memang seksi sih. Dimana bibir kita dimaju-mundurin, diplintir-plintir, dan lidah kita melet-melet nggak jelas. Orang banyak yang suka dan ingin belajar (terutama orang Eropa dan Amerika) karena Prancis juga merupakan negara pusat mode dunia, pariwisata di kota Paris juga aduhai.

Oke, itu ulasan seputar bahasa dan penduduk. Nah, dari situ, aku pengin berbagi tentang jatidiri bangsa kita! Karena masih hangat tentang Korea, aku sangkut-sangkutin aja dengan Korea. Nah, Korea punya caranya sendiri dalam menjual negaranya entah itu disengaja atau nggak lewat seni (boy-girl band, drama film, realityshow tv, dll). Nah, yang paling utama yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana kita bisa menjual negara kita ke dunia bukan dengan cara MENDUPLIKAT! Jangan pernah berusaha menduplikat kesuksesan negara lain dengan cara mereka. Tapi pikirkanlah cara dengan cara kita sendiri. Apa yang bisa kita gali dari potensi negara ini?

PARIWISATA
Orang Eropa tau kalau ada pulau eksotis namanya Bali. Tapi mereka tidak tau kalau Bali itu adalah bagian dari Indonesia. Karena mereka ada yang langsung terbang dari negara asalnya ke Bali, tanpa lewat Jakarta/Surabaya yang notabene adalah kota khas Indonesia. Dan parahnya ada yang menganggap bahasa Indonesia yang digunakan penduduk lokal Bali adalah bahasa Bali dengan dialek khas nya itu, sehingga terdengar berbeda ketika orang Jawa dan Bali berbicara bahasa Indonesia.
Kemudian masih ada Pulau Belitung (khas Laskar Pelangi) dan Raja Ampat yang sekarang tambah banyak wisatawannya karena keindahan pulau dan pantai nya.
Masih ada lagi Pulau Komodo, yang katanya sih masuk New7Wonder. Asik juga kan Indonesia punya pulau dengan hewan purba yang cuma ada dipulau itu. Oh ya, ngomong-ngomong tentang Pulau Komodo, sebenernya nggak begitu setuju tentang promosi besar-besaran itu. Pernah kepikirankah kita kalo Komodo adalah hewan purba, ganas, dan hidup di alam liar. Nah, kalo banyak pengunjung kesana, bagaimana para komodo bisa hidup bebas karena kehadiran manusia? Yang ada malah nanti dibangun macam-macam (hotel dan lain sebagainya) sebagai penunjang pariwisata (orang) bukan penunjang kehidupan para komodo ini.

Nah, itu baru sedikit sekali pariwisata yang aku sebutin. Masih sangat amat banyak yang bisa dibanggakan dan dijual tentang pariwisata Indonesia. Hewan, tumbuhan, tempat indah yang sering kali diliput oleh National Geographic itu bisa dijual sebagai destinasi wisata.

KEBUDAYAAN
Indonesia punya beribu bahasa lokal, beribu suku, beribu ada istiadat. Nah, dari situ kita bisa menjual kekhasan negara kita. Pernahkah kita berpikir ingin pergi ke Thailang, ke tempat wanita-wanita yang lehernya dikasih gelang biar panjang, yang katanya semakin panjang akan semakin cantik. Nah, mereka menjual ke khasan adat istiadat mereka sendiri, tanpa adanya barang import maupun pengaruh budaya asing. Dan itu yang kita ingini untuk kita bisa kesana untuk merasakan nuansa dan suasana asli dari itu semua.
Tapi yang ada di Indonesia ini adalah kadang memasukkan budaya asing agar terlihat keren, padahal hal itu malah merusak ciri khas asli dari suatu wilayah.
Berkelakuanlah seperti biasanya, seperti adat istiadat dan tata krama lokal yang sudah ada dari turun temurun itu, maka ada suatu yang khas dari wilayahmu yang menarik orang untuk berkunjung, merasakan hal yang bagi mereka baru. Bukankah produk asli lebih diminati daripada produk palsu?!

BAHASA
Memang diakui bahwa bahasa kita sudah sangat sulit buat orang negara lain pelajari. Bahkan kita sendiri yang merusaknya (aku kadang juga masih merusak sih).
Di negara asal wisatawan, mereka diajari bertutur bahasa Indonesia dengan gaya SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan) tapi kita berbicara dengan gaya bicara bahasa sehari-hari yang kadang orang luar malas untuk mendengarnya, karna menurut mereka 'grammar' kita salah dan sulit untuk diterima.
Kemudian mereka mungkin belajar "Apakah yang akan kamu lakukan nanti sore?" Kita mengatakannya demikian, "Elo ntar sore ngapain?" Terlihat beda banget bukan? Aku=gue, kamu=elo, ayah=bokap, dll. Belum lagi ditambah dengan istilah "alay, lebay, galau" dll. Nah, itu semua kadang membuat orang luar yang ingin mengerti bahasa kita jadi merasa tambah sulit dan akhirnya mereka malas mempelajarinya.
Orang Korea tetap pada bahasanya sendiri, dan orang lain ingin mempelajari bahasa tersebut. Itu adalah hal yang membanggakan, dimana kita 'egois' untuk memakai bahasa kita sendiri dan memaksa orang lain untuk mempelajari bahasa kita. Tapi hal itu tidak akan berjalan dengan baik bila kita tidak menarik bagi mereka.

POLITIK
Nah ini masalah yang nggak ada habisnya di bahas di Indonesia. Negara yang terkenal korup di dunia! Mungkin cuma sedikit yang bisa aku sampaikan, sudah pada taraf malas buat ngomentarin politikus negara ini.
Kalian tidak akan bisa membangun negara dan bahkan malah akan merusak negara ini dengan kelakuan kalian yang masih mementingkan rekening bank anda, rekening partai anda, dan rekening keluarga anda atau bahkan rekening sahabat/rekan bisnis anda saja. Tolong lihat orang di kampung,desa, dan pedalaman, mereka memikirkan bagaimana untuk hidup, bukan seperti kalian yang memikirkan bagaimana untuk hidup enak-nyaman.

EKONOMI
Banyak pakar memprediksi di tahun 2015 Indonesia sudah ada dalam percaturan ekonomi dunia. Saya memikirkan itu salah! Karena yang saya pikir, sejak tahun 2000an Indonesia sudah mempengaruhi percaturan ekonomi dunia. Sewaktu Gus Dur memerintah, ekonomi Indonesia terbilang stabil dan Amerika cukup ketakutan dengan langkah bijak yang diambil oleh Gus Dur kala itu. Dan hebatnya lagi, Sri Mulyani dicomot oleh Bank Dunia untuk ikut andil dalam percaturan ekonomi dunia. Menyayangkan sih sebenarnya ketika Sri Mulyani pergi dari Indonesia untuk bekerja di bank dunia. Karena menurut saya Sri Mulyani bisa memberi efek lebih baik ketika beliau di Indonesia daripada di bankdunia kaitannya dengan perbaikan ekonomi Indonesia. Kebijakan yang beliau ambil membuat pengusaha nakal cukup ketar-ketir, dan itu merupakan perubahan yang baik bagi Indonesia.
Sekarang mari kita tunggu apa langkah yang diambil pemerintah sekarang untuk kemajuan ekonomi bangsa ini di dunia.

KORUPSI
Budaya lama.
(jujur aku sampai berpikir cukup lama buat nulis apa tentang korupsi ini)
Aktor korupsi tahun 2011 adalah Anas Urbaningrum. Maaf bila aku salah, tapi itu pendapatku. Bukankah pendapat itu bebas? Ini bukan pencemaran nama baik atau semacamnya.
Yang aku pernah denger, Anas ikut campur dalam kasus wisma atlet SeaGames 2011. Kemudian wacana pengadaan jalan tol tengah kota Surabaya oleh Anas, yang disangkut pautkan dengan proyek nasional dan lain sebagainya embret-embret lah! Jalan tol tengah kota Surabaya bukan merupakan solusi untuk kemacetan. Jangan jadikan Surabaya sebagai Jakarta jilid 2! Surabaya harusnya jadi kota perubahan dengan adanya angkutan umum massa yang baik, bersih, murah, efektif, efisien. Proyek tol yang katanya dapat menjangkau puluhan ribu pekerja itu sarat dengan bau korupsi, karna proyek besar. Oke, bolehlah mempekerjakan 30ribu orang, tapi terpikir nggak sih setelah proyek selesai, 30ribu orang yang hidupnya digantungkan pada upah proyek jalan tol itu mau bekerja apa setelah tolnya jadi? Goblok banget nggak sih?
Maklum mungkin ya, Anas punya background orang desa yang sekarang sudah jadi pejabat, orang penting, dan punya kedudukan di partai, mungkin aja dia khilaf waktu tandatangan surat yang ada nominal angka 0 berjumlah lebih dari 9 buah alias ratusan miliar.
Selama orang-orang dengan kepentingan individu masih memimpin negara ini, nggak ada habisnya cerita korupsi di Indonesia.

KESEHATAN
Banyak orang Indonesia berobat ke Singapura. Orang Indonesia tidaklah orang kere, mereka punya uang dan mampu menghabiskan uangnya untuk masalah kesehatan.
Mungkin kelemahan Indonesia adalah dokter import tidak boleh langsung bekerja di Indonesia bila belum sekolah penyesuaian dokter di Indonesia. Tapi itu bukan berarti minus, ada plus juga karena dengan cara itu dapat mempekerjakan dokter lokal lebih banyak. Tapi, bagaimana kualitas dokter lokal Indonesia, bila mendiagnosa saja salah?! Sangkut pautnya adalah nyawa!
Orang Indonesia lebih berani membuang uangnya ke Singapura daripada menghabiskan uangnya dengan diagnosa salah dari dokter lokal.
Alat-alat kedokteran juga merupakan hal lain yang dapat membuat orang Indonesia pergi ke Singapura untuk hasil yang lebih baik.
Nah, bayangkan saja, orang yang berobat ke Singapura tentu tidak murni hanya berobat saja. Mereka membutuhkan tiket pesawat pulang-pergi Sing-Indo. Terus di Singapura mereka pasti butuh makan, tempat tidur, belanja, dan lain-lain. Itu menjadikan Singapura semakin kaya.
Nah, mungkin dengan peningkatan SDM dokter di Indonesia dan ditunjang dengan alat-alat kedokteran yang canggih, itu akan membuat orang Indonesia lebih memilih berobat di Indonesia daripada keluar uang lebih ke negara lain. Mungkin Indonesia perlu membangun 1 rumah sakit yang benar-benar hebat, yang dapat mengalahkan rumah sakit di Singapura/Malaysia. 1 dulu aja, nggak usah muluk-muluk ditiap kota besar. Bangun aja di Jakarta biar gampang akses pesawat dari kota-kota di Indonesia.

Nah itu sedikit gagasan dari aku tentang masalah-masalah yang bisa menjadi berkat bagi negara kita.

Indonesia harus menjadi negara yang 'egois' dan bermartabat serta memiliki daya pikat yang menyenangkan dan membuat wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia. Dengan sikap egois terhadap produk import (kebijakan export-import yang menguntungkan dalam negri) tentu akan membuat Amerika-Cina berpikir 2x untuk mempermainkan Indonesia dalam peta ekonomi dunia. Dengan bersikap ramah dan menyenangkan tentunya orang luar negri akan rindu senyum khas Indonesia. Dengan kepandaian kita, kita dapat membuat kebijakan pajak yang sangat besar untuk perusahaan yang bekerjasama dengan kita. Kita harus tegas, jangan mau dipermainkan negara lain. Urus kasus Freeport, Gunung Emas itu milik kita! Berikan pajak 40% pun Freeport akan tetap membayarnya, bila tidak mau membayar, usir mereka! Ini negara kita! Kita bisa semena-mena bila kita dirugikan. Jangan bertamu dinegri sendiri, memalukan. Ketegasan kita menjadi cambuk bagi negara lain untuk mengakui kedaulatan dan kewibaan bangsa kita. Para ahli dari negara kita pasti akan pulang membangun negri ini bila kita memberikan apa yang mereka butuhkan untuk membangun negara kita. Lihat dada mereka, masih ada Garuda di dada mereka. Aku sangat yakin!

Indonesia BISA!

Wednesday, December 7, 2011

KOREA FEVER

KOREA! Begitu dengar kata Korea yang terbesit dalam pikiran adalah negara dengan banyak talenta seniman 'artis' yang sangat terkenal mulai dari drama film, lagu-lagu, cowok-cewek cakep, dan yang paling gres adalah boy & girl band!

Nah, berbagi pengalaman sedikit aja ni.
Bulan Juli-Agustus lalu aku ikut acara dari kampus, program unggulan dari kampusku sih, COP (Community Outreach Program). Merupakan program internasional, gabungan mahasiswa dari UKP (Indonesia), HK, Korea, Jepang & Belanda. Nah, disini mau nggak mau otomatis aku ketemu dengan mahasiswa dari 4 negara asing tersebut. Kita bahas yang Korea aja ya.
Nah, mahasiswa Korea cenderung lebih digandrungi oleh mahasiswa dari Indonesia pada umumnya, karena ya mau nggak mau mereka dari negara tempat asal SNSD, BIGBANG, dll. Nah, temen-temen yang pada doyan film korea + artis-artis Korea tambah tergila-gila sama anak-anak Dongseo University ini. Mereka seakan mendapat partner pas untuk menggali lebih dalam tentang Korea. Baik budaya, bahasa, maupun film/lagu yang lagi 'hits' di Korea. Mau nggak mau, mahasiswa lain dari Indonesia yang tidak begitu kenal Korea juga ikut-ikutan penasaran. Nah, dari situlah aku yang nggak doyan sama apapun yang berbau dengan Korea ikut penasaran. Karena awalnya aku lebih suka menggali informasi budaya dan lain sebagainya dari mahasiswa Jepang dan Belanda. Kalau HongKong sih tanpa mengesampingkan, saya tidak begitu tertarik, karena bahasanya menggunakan bahasa Mandarin dan cara hidup mereka sudah biasa aku dengar.

Apa sih yang menarik dari Korea? Roommate ku waktu itu adalah Roh Jae Yong, orang Korea. Kita 1 bulan tidur dalam 1 kamar, otomatis mau nggak mau aku harus blajar bahasa Korea sedikit-sedikit. Mulai dari 'annyeonghaseo' sampai 'jalja'. Sedikit-sedikit sih yang aku bisa, karena sejujurnya aku nggak gitu doyan blajar bahasa. Nah, yang lebih seru lagi, orang Korea nggak begitu bisa bahasa Inggris. Nah, kita pakai bahasa Tarzan buat nunjukin kita mau ngapain. Contoh, mau mandi, dia bilang, "Dimas, i will take a shower" (sambil gosok-gosok badan). Nah itu 1 contoh aja, masih banyak banget bahasa Tarzan yang kita pake buat nunjukin kita mau ngapain. Soalnya aku pakai bahasa Inggris pun kadang dia nggak tau apa artinya.

Nah, itu secuplik awal mulai tertarik Korea. Tapi, sejujurnya tertarik Korea lagi semenjak nonton Reality Show 'Running Man'. Nah, di Running Man, seakan kata-kata yang pernah aku denger di COP lalu kembali diucapin sama artis-artis yang ada di Running Man (RM). Selain itu RM juga merupakan acara yang sangat lucu, dengan subtitle bahasa Inggris, yang kadang nggak 'pas' tapi memang lucu saat kita lihat para artis bercanda.

Tapi, sadarkah kita tentang Korea? Korea memang kalah dari Jepang secara ekonomi, politik, maupun tempat-tempat rekreasi. Kita lebih sering mendengar promosi maupun kebijakan-kebijakan Jepang dibanding Korea. Walaupun Sekretaris Jenderal PBB sekarang adalah orang Korea (Ban Kii Mon) tapi kita hanya tau bahwa dia dari Korea (titik). Sudah itu saja. Sedangkan Jepang, mereka punya Disneyland yang anak-anak tentu pengin kesana, kartun dan komik yang rata-rata dari Jepang. Kemudian Jepang punya budaya yang keren bagi anak-anak remaja, yaitu Ninja, Samurai, Sumo, ataupun genk yang sadis di Jepang terkenal dengan tatonya, Yakuza. Siapa yang nggak pernah dengar tentang hal itu semua? Tapi bagaimana dengan Korea? Siapa yang kenal Korea sebelum ini? Kita hanya terus menerus mendengar tentang perang saudara di Korea.
Tapi, Korea 'menyerang' dunia dengan 'entertainment'. Siapa sangka ada artis-artis Asia yang dapat menembus Eropa hingga Amerika dengan bahasa mereka sendiri? Memang artis Taiwan, Cina, HK sering menembus pasar Hollywood. Bollywood juga sering menembus Hollywood. Tapi siapa sangka KOREA mampu?

Hal yang aku lihat dari 'penjajahan model baru' dari Korea ini adalah:
1. Bahasa
Korea memiliki bahasa Korea. Dengan tulisan Korea, yang disebut dengan hangeul. Nah, mereka sangat bangga dengan bahasa mereka dan tulisan mereka. Tulisan mereka mirip dengan tulisan Jepang dan Cina, sama-sama kotak dan seperti sandi. Orang-orang Korea rata-rata tidak bisa bahasa Inggris, yang merupakan bahasa Internasional, tapi mereka tetap enjoy dengan bahasa mereka (sedikit cuek).

2. Kebudayaan
Orang Korea masih menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Meskipun tidak seketat Jepang dalam mempopulerkan kebudayaan mereka, tapi mereka tetap menjaganya dan tetap bangga dengan itu semua.
Tata krama orang Korea patut diacungi jempol. Tatakrama mereka khas orang Asia. Mereka sangat menghormati umur. Mereka punya panggilan masing-masing antara pria-pria, maupun wanita-wanita. Panggilan mereka untuk pria yang lebih tua daripada wanita adalah 'Oppa', sedangkan untuk wanita yang lebih tua daripada pria adalah 'Unnie'. Macam-macam dan sedikit unik untuk orang yang belum pernah mendengarnya. Umur di Korea sangat penting, jadi jangan heran bila orang Korea bertanya tentang umur ke kita, karena mereka ingin menghargai kita dengan istilah panggilan mereka kepada kita. Mereka juga akan menunduk kepada orang yang lebih tua. Entah itu bertemu di mall ataupun di jalan, bila bisa mereka akan menunduk hormat kepada orang tua atau orang penting.

3. Cinta tanah air
Wajib militer di Korea adalah hal wajib bagi pria remaja-dewasa. Semua pria wajib mengikuti wajib militer selama 2 tahun. Entah itu rakyat kecil, artis, anak pejabat pun bakal mengikuti wajib militer. Memang ada hak khusus untuk pria berkebutuhan khusus, tapi tidak bagi pria normal. Wajib militer mereka dibagi menjadi 3 bagian, angkatan darat-laut-udara. Nah, spesifikasi mereka juga merupakan pilihan bagi orang yang wajib militer. Dari teman-teman COP kemaren aku menemukan beberapa penjurusan, mulai dari tentara angkatan darat (AD), teknisi pesawat (AU), ahli strategi (AD), maupun yang paling keren disana dan otomatis paling berat yaitu tentara angkatan laut (AL) yaitu marinir. Marinir berat karena mereka adalah orang-orang yang harus berani untuk menghadapi Korea Utara digaris depan (darat-laut).
Fisik mereka kebanyakan bagus, karena setelah wajib militer 2 tahun, mereka akan mendapat panggilan berlatih lagi beberapa bulan kedepannya, jadi skill mereka tidak hilang langsung.
Wajib militer inilah yang menyebabkan kecintaan terhadap tanah air semakin besar.

4. Mereka punya cara sendiri (Percaya diri-kreatif)
Korea punya caranya sendiri untuk mencuri perhatian dunia. Korea mengeluarkan dunia hiburan mereka lewat layar kaca, internet, dan lain sebagainya dengan besar-besaran. Jalan cerita film-film drama Korea juga sedikit berbeda dengan film Taiwan yang orang Indonesia tampaknya sudah mulai bosan.Wajah tampan+cantik orang Korea juga menjadi nilai tambah bagi kesuksesan penjualan mereka. Belum lagi Boy & Girl band mereka yang matang. Konsep boyband dan girlband sebenarnya sudah lama ada, lihat saja Westlife, Pussycatdoll, dan lain-lain. Mereka sebenarnya sama, tapi karena ini Korea, audiens lebih 'gila' untuk mengidolakannya. Gebrakan tari-nyanyi mereka sudah benar-benar matang. Tarian mereka lebih diandalkan daripada suara mereka, memang tidak semua punya suara jelek, tapi konsep dan tata busana mereka memang hebat.

Belum lagi ditambah acara MAMA 2011. Acara gila!! Acara musik ASIA terhebat yang pernah aku lihat. Nggak nyangka sih awalnya kalo Asia bisa ngadain acara penganugerahan musik segila itu. Acara Korea, mayoritas pengisi acara (penyanyi, penari, MC) adalah orang Korea. Ada beberapa artis mancanegara yang diundang untuk mengisi acara, tapi tidaklah begitu banyak. Ada SnoopyDog dan 2 personel Black Eyed Peas yang berkulit hitam (maap lupa nama & males googling =D). Nah, aku percaya nggak cuma penyanyi, dancer, MC, tapi pasti masih ada official, manager, kru lain yang datang. Nah, acara itu yang mengherankan adalah diadakan di Singapura!! Buset, boyongan berapa ratus orang yang ke Singapura? SNSD 9 orang, BigBang yang datang 11orang, itu saja sudah 20orang, belum manager, dancer lain, dll. GILA! Acara super mewah dan tata panggung + lighting yang keren. Dan setelah tanya ke temen lain yang seneng Korea sejak lama, ternyata MAMA 2009 & 2010 juga diadain di negara lain, luar Korea. WOW! Ekspansi negara secara terselubung yang kadang tidak disadari negara lain.
Penggemar di Singapura ternyata juga sangat banyak, dan tentunya waktu itu tidak hanya orang Singapura saja yang datang, aku percaya disana pasti ada orang Indonesia, Malaysia, dan dari negara lain yang menyaksikan acara itu. Aku yakin 90% dari penonton tidak begitu fasih bahasa Korea, tapi mereka mengidolakan para idola itu dengan luar biasa.

Diam-diam orang luar Korea belajar sedikit-sedikit bahasa Korea, itu dari lagu-lagu Korea yang nge-hits diluar sana. Walaupun kita tahu orang Korea tidak bisa bahasa Inggris, bahkan MC yang mengisi acara MAMA 2011-pun nggak fasih bahasa Inggris. Tapi bahasa Korea malah dipelajari oleh orang-orang negara lain.
Orang-orang Korea menyanyikan lagu-lagunya dengan pancingan bahasa Inggris. Contohnya 'Nobody nobody but you..' sedikit bahasa Inggris yang gampang dijadikan pancingan untuk mengundang fans yang kesulitan menggunakan bahasa Korea untuk ikut menyanyi. Hebat bukan?
Bahkan nggak pernah kepikiran kalau orang kulit hitam bisa mengidolakan SNSD. Apa musik Amerika sudah mulai membosankan?

Nah, itu sedikit yang saya ketahui tentang Korea dan cara ekspansi mereka untuk menjual negara mereka. Lambat laun banyak orang datang ke Korea, dan menjadikan Korea sebagai salah 1 tujuan wisata mereka. Yang sebelumnya tujuan wisata orang-orang pada umumnya adalah Jepang.
Ya, sampai sekarang demam Korea masih menggelanyuti orang Indonesia dan negara lain, mari kita ambil yang baik, dan jangan masukan secara mentah-mentah tanpa filter dengan mengikuti mereka langsung, yang jadi hasilnya adalah KW-Super, KW-1, KW-2, dst.. dan tentunya memalukan!
Korea tau jalannya sendiri dan tau bagaimana jalan yang benar dijalurnya!

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Aku akan coba menuliskan pemikiran kritis saya tentang Indonesia untuk maju dengan cara sendiri di blog berikutnya. INDONESIA BISA!

Monday, November 21, 2011

26th SEAGAMES 2011

Wa e wa e o... Wa e wa e o...

Aku disini kau disana
Tak menghalangi jiwa kita
Dalam hangatnya sang mentari
Satukan jiwa dan hati

Berpegang tangan dalam mimpi yang sama
Dan tunjukkan kepada dunia

Kita bisa kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan
Kita bisa

Wa e wa e o
Wa e wa e o
Wa e wa e o
Wa e wa e o

Menang kalah bukan masalah
Persahabatanlah yang terhebat
Senyuman hangat takkan terlupakan
Dan tunjukkan kepada dunia

Kita bisa kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan
Kita bisa

Kita bisa kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa kita pasti bisa
Kita bisa jadi yang terdepan

Kita bisa kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan
Kita bisa!!

Lirik lagu ciptaan Yovie Widianto, masih kuat ada di bayang-bayang ingatan. Lagu yang hebat, aransemen yang keren, membuat orang yang pertama kali mendengarnya pun akan ikut larut dalam euforia Seagames.
Kali ini Seagames dilaksanakan di Indonesia, sebagai tuan rumahnya dipilih 2 kota, yaitu Jakarta dan Palembang. Palembang sebagai tuan rumah utama, disokong Jakarta, sebagai kota kedua, karena keterbatasan fasilitas yang ada di salah 1 kota besar di Sumatera tersebut.
Pembukaan Seagames yang luar biasa hebat, sempat membuat decak kagum masyarakat Indonesia pada khususnya, dan masyarakat ASEAN pada umumnya. Indonesia patut berbangga akan hal ini. Tata cahaya, permainan kembang api, tari-tarian, sampai defile yang kehujanan, seakan melengkapi malam panjang pembukaan Seagames ke-26 itu.

Hari demi hari, Indonesia terus memimpin perolehan medali emas-perak-perunggu diantara negara-negara ASEAN lainnya. Cabang-cabang olahraga yang biasanya menjadi lumbung medali emas tetap bisa dipertahankan, seperti renang, atletik, bulutangkis.
Setau saya ada 13 cabor (cabang olahraga) yang tidak mendapatkan emas, 3 diantaranya adalah basket, sepakbola dan voli putra. 3 olahraga yang mempunyai banyak penggemar itu gagal mendapatkan emas di seagames kali ini.
Sepakbola kalah dengan Malaysia (perak), Basket kalah dengan Thailand (perunggu), Voli kalah dengan Thailand (perak).

Emas memang tujuan utama dalam perburuan Seagames, tapi bagaimana anda memandang emas sebagai medali dalam event 2 tahunan ini?
Saya memiliki pandangan yang mungkin sedikit berbeda dari pandangan orang Indonesia pada umumnya.

Saya mulai dari masalah juara umum, klasemen perolehan medali. Indonesia saat ini mengumpulkan lebih dari 180 medali emas. Ini tentunya sudah tidak bisa dikejar lagi oleh Thailand sebagai runner-up klasemen. Tapi, apakah semulus itu jalannya pertandingan?
Tentunya TIDAK! Indonesia diuntungkan oleh faktor tuan rumah. Dimana Indonesia dapat mengikuti semua cabor yang ada dengan atlet yang banyak sekaligus. Memang ada batasan maksimal atlet tiap negara yang boleh mengikuti pertandingan. Amunisi atlet Indonesia yang berlimpah ini tentunya memperbesar peluang Indonesia dalam meraup medali. Bila negara lain mengirim 3 atlet di tiap cabor, Indonesia dapat mengirimkan sampai 5 atlet di tiap cabornya. Mengapa demikian? Karena biaya akomodasi dan lain sebagainya tentu lebih murah. Masuk akal? Ya, karena tanpa biaya transportasi ke luar negri yang mahal, maka biaya untuk transportasi dialihkan untuk pendaftaran atlet.
Olahraga mau tidak mau tidak bisa objektif, memang kita harus objektif dalam pengambilan keputusan dan mengikuti aturan yang berlaku. Tapi tolong diingat, tidak semua cabor memiliki aturan yang mengikat. Contoh aturan yang mengikat adalah catur, dalam catur mau tidak mau kuda akan berjalan membentuk leter-L, tidak bisa kita menjalankan kuda dengan seenaknya kita sendiri dengan cara menjalankan kuda leter-S. Tapi, ada cabor yang aturannya tidak mengikat, karena ditentukan oleh wasit / juri. Contohnya tinju, faktor juri dan wasit sangat kuat. Misal ada jab-hook yang masuk ke badan musuh, dan mungkin tidak terlihat oleh juri, maka tidak akan dihitung angka. Nah, human-error disini memang bisa terjadi.

Faktor tuan rumah, mau tidak mau juga akan berpengaruh terhadap keputusan wasit, juri, ataupun pengawas pertandingan. Mungkin adanya ancaman, tekanan, ataupun suap bisa saja terjadi. Wasit, juri dan pengawas pertandingan tidak hanya orang Indonesia saja, bahkan tidak hanya orang ASEAN saja, karena ada yang dari luar ASEAN. Hal ini bisa dibilang menguntungkan dan merugikan bagi Indonesia. Faktor tuan rumah seringkali menjadi batu sandungan untuk kita sendiri. Negara lain otomatis menjadikan tuan rumah sebagai musuh bebuyutan utama dibanding negara peserta lain, ini dikarenakan biasanya terdapat kecurangan yang dibuat oleh tuan rumah, serta banyaknya pendukung tuan rumah, kadang menjadi pecut semangat untuk negara tamu.

Negara lain banyak yang menyayangkan sikap curang yang dibuat oleh Indonesia, entah itu dari segi tekhnik dalam tiap cabornya, maupun kecewa dengan panitia pertandingan yang cenderung ingin memenangkan Indonesia.

Akan saya bahas 4 cabor olahraga, yang menurut saya merupakan cabor yang patut mendapat sorotan khusus. Entah itu positif, maupun negatif. Sekali lagi, ini menurut pendapat saya pribadi.

PENCAK SILAT
Pencak silat merupakan olah raga asli Asia Tenggara, yang sudah terkenal dipenjuru negara, dan sudah dimasukkan dalam daftar cabor yang dipertandingkan sampai wilayah ASIA. Pesilat Indonesia sangatlah terkenal, karena adanya prestasi hingga tingkat dunia (kejuaraan dunia).
Nah, pencak silat yang seru adalah ketika Indonesia melawan Thailand. Mari kita lihat video-nya sebentar.


Betapa memalukannya bila hal seperti itu terjadi???
Atlet Indonesia menggigit atlet Thailand dan sampai lari terbirit-birit ketika dikejar oleh atlet Thailand. Memalukan! Mana sikap pendekar yang selama ini dibanggakan oleh pencak silat?
Oleh karena hal ini, media Thailand menghujat habis-habisan atlet Indonesia pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Kita dipermalukan.

BASKET
Cabor favorit saya. Basket Indonesia telah dipersiapkan secara sangat matang. Saya salut dengan para atlet yang mati-matian memperjuangkan nama Indonesia di cabor ini. Memang, wasit masih kurang profesional. Ketiga wasit yang kurang kompak dan kadang masih merugikan tim. Selisih 15 poin dari Thailand dibabak semifinal bisa dikejar hingga akhirnya Indonesia kalah 3 poin. Ini karena dewi fortuna masih belum berpihak ke kita.
Hasil latihan yang hebat, sampai ke Australia dan dilatih oleh pelatih Australia, setidaknya memperbaiki masalah-masalah fisik dan tekhnik pemain Indonesia. Sangat membantu, dan saya apresiasi kepada seluruh pemain, tim pelatih, official, dan perbasi + Azrul Ananda. Kalian membanggakan!
Jangan tanya masalah Filipina, sang juara memang layak menjadi juara karena mereka menaturalisasi pemain Amerika. Kita kalah kelas dengan Filipina, karena mereka sudah mengincar kelas yang lebih tinggi, tidak lagi di wiliyah Asean, tapi sudah ke wilayaha Asia.

BULUTANGKIS
Hampir saja kita menyapu bersih 7 medali emas. Dari target 4 medali emas, akhirnya kita tembus 5 medali emas.
Membanggakan? Kurang. Mengapa kurang? Karena kita memang seharusnya mendapatkan 7 medali emas. Bagaimana bisa? Ya, ini memang pendapat saya saja. Karena kita tembus final di 7 nomor yang dipertandingkan. Selain itu, Malaysia tidak menurunkan para pemain terbaiknya. Secara statistik dan sejarah, kita adalah raja di kawasan ASEAN.
Kita masih menurunkan pemain senior yang sudah habis tenaganya, Taufik Hidayat. Sedangkan Malaysia dan Thailand menurunkan banyak pemain muda. Memang, kita juga menurukan pemain muda. Hayom Rumbaka juga berbicara banyak di sektor single-tim putra, dan ia menjadi penentu kemenangan. Tapi, di sektor perseorangan? Kita belum bisa berbicara banyak.
Tidak begitu mengherankan, dalam kurang lebih 1 dasawarsa ini bulutangkis Indonesia diobok-obok oleh Malaysia, Thailand, dan CHINA!
Pelatih-pelatih hebat Indonesia sampai diimport ke negeri seberang, Malaysia dan India jelas-jelas menggunakan tenaga anak bangsa untuk melatih putra-putri terbaik mereka.

Tim putri Indonesia kalah menyakitkan ketika hanya diberi perak oleh Thailand di final tim putri. Dan di perseorangan putri, Adrianti Firdasari kalah dari tunggal Singapura. Memang sih, sektor putri kita sudah lenyap nampaknya setelah era kejayaan Mia Audina dan Susi Susanti. Srikandi Indonesia seakan masih belum menampakan anak panahnya. Adrianti sewaktu final tunggal putri juga cedera bagian perut, dan hal itu sedikit banyak juga berpengaruh ke permainannya. Tapi dimana tunggal putri lain nya? Bukannya kita tidak hanya punya Adrianti F. saja 'kan?

Di sektor putra, Taufik Hidayat sudah uzur. Melawan pemain non-unggulan Thailand pun kerepotan. Mana regenerasinya? Bukannya dana yang dikeluarkan tidak sedikit untuk pelatnas?

Mungkin kritik saya tidak akan didengar, tapi cobalah dengar saran saya, seorang yang awam ini. Kembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia! Bulutangkis adalah olahraga penyumbang medali emas Olimpiade. Pulangkan pelatih-pelatih Indonesia yang ada diluar negri. Bayar mereka sepadan dengan prestasi yang akan mereka sumbangkan untuk atlet Indonesia. Bukannya pelatih kita lebih mengetahui cara bermain dan postur serta kelebihan dan kekurangan atlet kita sendiri?! Para pelatih Indonesia dibayar mahal untuk menghasilkan bibit juara dan juara di negara lain. Menyedihkan. Kalau tidak percaya, silakan tanyakan kepada mereka, maukah mereka pulang untuk melatih dinegara sendiri, bila bayaran mereka sepadan? Mereka pasti mau, karena Indonesia.

Mungkin dengan memperbanyak turnamen, pertandingan dan hadiah, maka akan lebih cepat memantau bibit-bibit juara dimasa depan.

Bulutangkis menyediakan 7 medali emas, dibandingkan dengan sepakbola atau basket yang hanya menyumbangkan 2 medali emas ditiap cabornya (putra-putri). Ini merupakan lumbung medali!

SEPAKBOLA
Euforia sepakbola masih kuat, tatkala Garuda Muda terus meraih kemenangan di Seagames 2011 ini.
Diawali menggilas Kamboja 6-0, dilanjutkan 2-0 melawan Singapura, kemudian kebobolan 1 gol saat melawan Thailand 3-1, dan kalah melawan Malaysia 1-0 dibabak penyisihan grup. Hal ini membuat Indonesia menjadi runner-up grup A, dibawah Malaysia.
Dibabak semifinal, Indonesia menggilas Vietnam 2-0 dengan kemenangan meyakinkan dan membanggakan.
Coach Rachmad Darmawan membawa Garuda Muda terbang melayang dan dibumbung lebih tinggi oleh para suporter setia Indonesia.
Nama-nama pemain yang jarang didengar, karena terhalang kemilau Gonzales, Bambang Pamungkas, Firman Utina, Boaz, maupun Markus Horizon dengan cepat diingat oleh pecinta sepakbola tanah air. Sebut saja Patrich Wanggai, Titus Bonai, Okto, Egi sang kapten U-23, kemudian Kurnia Meiga, dan pemain naturalisasi Diego, semua langsung dihafal oleh rakyat Indonesia semenjak mereka menggilas Kamboja 6 gol tanpa balas.

Kekalahan pada babak terakhir penyisihan grup A melawan Malaysia memang cukup menyakitkan, karena Indonesia selalu tampil baik sebelumnya, hanya karena 7 pemain lapis 1 kita diistirahatkan, maka kita kalah 1-0 dari Malaysia, but everything gonna be okay. Yang penting kita lolos semifinal.

Di semifinal, kita melawan Vietnam. Saya sungguh terkesan dengan penampilan kiper Vietnam (dengan semangat Vietcong) ia menepis hampir semua bola yang menyerang gawangnya. Sampai-sampai cedera leher akibat jatuh saat mau menepis tengan sudut Egi M.
Akhirnya Patrich Wanggai membuat gol dari tendangan bebas. Ditambah gol Titus Bonai, akibat bola mengenai pemain belakang Vietnam sebelum gol, sehingga mengubah arah bola dan mengelabui kiper Vietnam. 2-0 untuk Indonesia.


Di final, melawan Malaysia, saya menonton bareng di Surabaya Town Square bersama teman-teman. Riuh rendah seperti menonton di GBK langsung, karena semua tenant di sana menyiarkan langsung Indonesia - Malaysia. Gol dimenit ke-5 dari Gunawan D.C. membuat Sutos menggema, gegap gempita. Kemudian 2 gol Indonesia lainnya juga sempat membuat Sutos bersorak, tapi keputusan offside dari hakim garis membuat kita kecewa. Gol dari Malaysia juga membuat para suporter hening dan kesal.

Akhirnya fulltime+extratime habis, masuk ke fase penalti. Fase yang seru. Tapi, Indonesia akhirnya gagal meraih emas, karena skor 3-4 untuk Malaysia.

Nah, bukan masalah menang-kalah. Toh, medali yang disumbangkan oleh 11 pemain itu hanya dianggap 1 medali saja. Bukan masalah Indonesia vs Malaysia, tapi mari kita lihat dari segi positifnya.
Seberapa pentingnyakah laga final sepakbola itu dimata masyarakat Indonesia? Sangat penting! Ini merupakan harga diri. Mengapa harga diri? Ya, Indonesia harus menunggu 20 tahun untuk menatap emas sepakbola Seagames ini. Indonesia seakan benar-benar haus juara sepakbola. Setelah tim senior diacak-acak di penyisihan Piala Dunia zona Asia, semua masyarakat hanya berharap pada Garuda Muda untuk meraih hasil emas! Tapi, semuanya musnah, tatkala Kurnia Meiga gagal mengantisipasi tendangan algojo terakhir Malaysia. Bukan salah Kurnia Meiga, dia bermain sangat baik selama Seagames ini dan pilihan utama kiper di U-23 Indonesia. Dan saya pikir, dia bermain lebih baik daripada Markus Horizon yang kebanyakan akting (apa mungkin gara-gara diajarin istrinya akting ya?!)
Sadarkah kalian? acara nonbar disemua tempat menjadi jujugan utama malam kemarin, tanggal 21 November 2011 itu. Nasionalisme kita seakan berlipat ganda. Sepakbola mempersatukan kita. Siapa sih yang mengira, kalau orang pinggiran jalan sampai bos besar membicarakan tentang Indonesia, karena kita SATU!

Pahlawan-pahlawan bangsa itu berjuang mati-matian dan memberi yang terbaik untuk Garuda. Stadion GBK penuh oleh suporter Indonesia, dan segelintir suporter gila Malaysia. Mengapa saya katakan gila? Karena mereka benar-benar berani masuk kandang Garuda yang memerah itu.

Salut kepada Garuda Muda, masih ada harapan, dan kalian memang harapan negara ini, ditengah kebisingan politik sampah dari pemimpin negara ini yang tidak bisa memimpin negara dengan baik. Hanya saling menyalahkan, saling menutupi korupsi dan kesalahan, serta mengacak-acak tatanan negara ini.

Apa jadinya bila sampai Papua lepas dari Indonesia? Tidak akan ada nama Patrich Wanggai, Titus Bonai, dan Okto di timnas. Bisa dibayangkan?? Apa kita akan terus menaturalisasi atlet keturunan Indonesia? Tanah perjanjian itu ada di Timur Indonesia. Mutiara Hitam yang akan bersinar sampai kapanpun. Pertahankan!

Dan saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden RI, karena ketidak hadiran anda, setidaknya tidak membuat stadion GBK menjadi tambah crowded karena penjagaan yang berlebih. Serta, setidaknya Indonesia tidak kalah langsung, masih ada babak penalti. Karena sepengetahuan saya, kehadiran beliau bukan hal baik untuk timnas, dari beberapa kali pertandingan yang dihadiri langsung Presiden RI, Garuda kalah langsung. ^^

----------------------------------------------------------------------------

Nah, mungkin hanya 4 cabor saja yang saya bahas kali ini.
Tapi yang paling penting yang akan saya bahas adalah masalah OLAHRAGA.
Olahraga merupakan bahasa Indonesia. Berasal dari kata sport dalam bahasa Inggris, yang berarti sportif. Sportif adalah berikap ksatria, jujur, tegap, gagah.
Nah, olahraga adalah bahasa Indonesia yang diartikan gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh.
Bila saya gabungkan, maka olahraga adalah kegiatan menggerakan tubuh untuk menyehatkan tubuh, yang dilakukan dengan bersikap ksatria dan jujur.
Memang catur tidak bisa dikatakan olahraga, tapi sportifitas tetap menjadikan catur 'sport'.

Maka, apa artinya olahraga bila kita menang, hingga juara dan dapat medali tapi kita tidak jujur dalam melaksanakannya? Nothing!

Menjadi juara dan bahkan juara umum di SEAGAMES ke-26 bukanlah kebanggaan utama saya. Memang cukup membanggakan, karena dapat merebutnya kembali dari tangan Thailand dan Vietnam yang beberapa tahun terakhir menjadi raja ASEAN. Tapi bila kemenangan itu ternoda dan tidak diakui langsung oleh para lawan kita, apa artinya itu semua? Hanyalah FAKE saja.

Akhirnya, penyelenggaraan SEAGAMES 2011 ini akan diakhiri hari ini di Palembang. Dengan segala kekurangan dan kelebihan penyelenggaraan ini, mulai dari kasus korupsi wisma atlet, hingga kekalahan sepakbola Indonesia, dan nanti pada akhirnya ditutup di Palembang lagi, semuanya menjadi pelajaran penting bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saya berharap, bonus yang dijanjikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, untuk atlet berprestasi akan segera cair, dan jangan lupakan bonus untuk pelatih dan official. Jangan dipotong habis-habisan karena embel-embel pajak dan lain-lain, karena akan menyakitkan menerima bonus yang tidak utuh.

Olahraga menyatukan kita semua, jangan ada lagi intrik politik didalam kepengurusan maupun pertandingan olahraga. Mari kita junjung tinggi SPORTIFITAS, lakukan semuanya dengan sikap KSATRIA!

AYO INDONESIA BISA!!
Sampai bertemu di Myanmar 2013! Lanjutkan tradisi juara!

Wa e wa e o!!

Friday, October 14, 2011

My music history

Mungkin disini, aku bakal cerita detail mengenai perjalanan di bidang musik. Terutama perkusi. Yang pasti bukan untuk kesombongan atau menunjukan sesuatu, tapi aku pengin biar orang terlecut semangatnya ketika membacanya. Oke, have a nice day!

From nothing to be something!

Awal senang dengan dunia musik adalah ketika masih kecil. Mungkin balita. Sudah senang bernyanyi dan bermain-main gitar mainan di rumah kala itu. Tapi, sebenarnya mulai belajar alat musik secara formal adalah ketika belajar drum. Saat itu masih SD. Lupa kelas berapa, mungkin kelas 5 / 6 SD. Les drum adalah ketika koko mengatakan ke papi bahwa ingin belajar drum. Saat itu koko sudah SMP kelas 3 atau SMA kelas 1. Kita belajar drum bersama, dengan guru yang sama, yaitu Pak Muh. Kita belajar waktu itu di Gereja Keluarga Allah, satelit Veteran. Belajar drum bukan merupakan passion ku saat itu. Hanya ingin belajar alat musik saja, setidaknya bisa 1 alat musik, tidak perlu jago, yang penting bisa main band aja cukup. Proses belajar saat itu berjalan cukup baik. Memang sih, koko langsung dengan cepat menguasainya, karena mungkin ada passion+umurnya yang sudah remaja membuatnya sadar bagaimana memainkan drum dengan baik. Les drum hanyalah 1jam dalam 1minggu. Mungkin sudah ada bakat seni sedikit dalam diri ini, maka drum cukup aku kuasai dengan cepat. Walaupun aku tidak belajar not baloknya dan tidak balajar tempo. Hanya belajar bagaimana memukul drum dengan benar dan diajarin beberapa pattern biasa, seperti tempo 16 bit, 32 bit, dan lain sebagainya.

Nah, dari belajar drum ini, sewaktu perpisahan SD, akan diadakan acara band untuk mengisi acara perpisahan. Guru musik saat itu Bu Sari Dasanta, mencari orang yang bisa bermain drum, keyboard, gitar,dan bas. Mereka akan diajarin musik lebih lagi di Sekolah Musik Indonesia di Jl. Slamet Riyadi, Solo. Nah, waktu itu ternyata aku masuk seleksi bermain drum, tapi saat mengisi formulir di SMI, saya iseng-iseng mengisi kalau aku pegang alat musik 'ketipung'. Kemudian akhirnya belajar drum dengan formal disitu. Lumayan sih, belajar drum gratis, karena dibiayai dari SD. Disitu diajarin cara membaca not drum dan diajarin tempo. Dari situ baru mengenal bahwa drum ternyata juga memakai not. Akhirnya kami bermain band dengan cukup baik saat perpisahan SD itu, memainkan 1 lagu. Yaitu "Berita Cuaca - Boomerang".

Kemudian beranjak SMP. Ketika di SMP, mulai malas bermain drum. Karena melihat kakak-kakak kelas yang lebih jago bermain drum, itu membuatku lebih malas bermain drum, bukan malah menambah keinginan untuk belajar drum. Hal itu juga dikarenakan bahwa kalau les drum recara formal, maka akan belajar tentang not dan tempo dalam drum. Hal itu membuat bosan dan blas tidak ingin belajar drum lagi. Tapi, suatu saat temanku, Marcel (gitar) mengajak untuk ikut festival band khusus SMP se-Surakarta. Akhirnya dikenalkan dengan beberapa teman baru yaitu Theo (bass), Copet (nggak tau nama aslinya, ingetnya cuma copet aja - gitar). Kemudian vokalisnya Bonifasius Wisanggeni, temen SD. Dan kita berlatih beberapa kali di studio musik dekat rumah Marcel.
Akhirnya festival tiba, kami main 2 lagu. Lupa sudah lagu apa itu, yang pasti akhirnya kami dapat juara 3 kalau nggak salah, soalnya piala sampai sekarang ada di rumah Marcel. Setelah itu kami off cukup lama. Akhirnya pada SMP kelas 2 ada festival lagi, malas lagi untuk ikut, tapi dipaksa untuk ikut lagi. Ya sudah, akhirnya ikut lagi lomba band SMP, kami juara favorit.

Nah, setelah itu tidak pernah ikut lomba band lagi, karena minder dengan kakak kelas+adik kelas yang mainnya lebih jago daripada aku. Waktu kelas 3 SMP, diajak main band lagi, untuk senang-senang saja. Ketika itu ya ikut aja, karena buat senang-senang. Rendy (bass), Oki (gitar - keren banget anak ini mainnya!), Bayu (gitar-rhtym), kemudian vokalisnya kali ini cewek, lupa namanya siapa. Aliran musik yang ini, ROCK abis!! Kami main band untuk terakhir kalinya bersama band ini yaitu untuk perpisahan SMP. Menurutku, kali itu lebih keren daripada waktu SD dan waktu ikut festival band SMP dulu.

Beranjak ke SMA, tambah jarang lagi bermain musik. Karena konsentrasi saat itu ada di pelajaran + bermain basket. Di SMA ini, sudah tambah kuat untuk mempelajari alat musik pukul lain, selain drum. Pikiran saya tertuju di perkusi. Karena melihat di gereja, kalau ada alatnya dan pemainnya kelihatan keren waktu memainkannya. Waktu itu jarang banget ada pemain perkusi di gereja. Setauku cuma ko Michael, mainnya keren juga, dia main bersih banget kliatannya saat itu. Untuk pelayanan musik di gereja, saat itu masih melayani drum, tapi hanya 1-2 lagu worship saja, sebagai additional player saja.
Nah, di SMA ini, permainan tambah kacau balau, sudah tempo acak adut, skill nggak nambah-nambah. Merasa tertekan waktu ada pemain lain lihat cara bermainku. Malu, minder, males main itu yang membuat tambah nggak mau pegang drum lagi.

Kemudian setelah itu, timbullah rasa pengin tahu lebih dalam lagi ketika melihat orang lain main djembe. Wah, alat ini kliatan asik banget kalo bisa mainnya. Awal pertemuan dengan djembe, adalah ketika di Solo Square, ada pameran alat musik etnik disana. Dari sana, waktu jalan dengan mami juga sih, terus tanya-tanya kalomau beli harga berapa, kalo les bisa nggak?
Mami terlihat masih ragu-ragu akan keinginanku yang ini. Karena takut kalo setelah diperbolehkan, nantinya aku malah setengah-setengah. Pada akhirnya bisa dapat nomer telp mas Lanjar. Salah 1 pemain djembe yang terkenal di Solo. Trus aku ke rumahnya, yang juga workshop nya, buat tanya-tanya akhirnya deal les djembe. Lalu aku membeli djembe dengan uangku sendiri, masih ingat saat itu harganya Rp 500.000,00. Dari situ, mami tau kalo aku mau serius. Trus, minta mami biayain lesnya, total harusnya les 8x pertemuan, tapi setelah pertemuan ke-4, aku sudah bisa menguasai hampir keseluruhan nya, yang pasti basic dan tekhnik sudah bisa semuanya. Hanya perlu dipoles sendiri sedikit, aku bisa semuanya. Jadi, hanya dengan 4x pertemuan saya sudah bisa baca not nya sekaligus (belajar not karena sudah sadar kalo not sangat penting). Dari situ, aku tambah pede, dimana bisa main conga (Amerika Latin) dan djembe (Afrika). Selain itu, dari perkenalan dengan mas Lanjar, aku bisa menambah toys (alat-alat perkusi yang kecil-kecil) etnik ku, yang nggak semua pemain perkusi punya.

Pada saat kelas 3 SMA, akhirnya memberanikan diri lagi untuk bicara ke mami bahwa pengin belajar perkusi. Dengan segala kecintaan mami padaku, beliau mencarikan nomor handphone mas Angga yang adalah pemain perkusi di gerejaku. Bukan pemain profesional sih, tapi sudah sering bermain perkusi untuk pelayanan di gereja. Saat itu aku mulai latihan perkusi, semester 2 kelas 3 SMA. Nah, disitu aku diajarin cara bermain alat musik asal Amerika Latin itu. CONGA. Latihan di gereja, sore hari. Malu sih awalnya, latihan di gereja, belum bisa apa-apa, kadang ada orang lewat di ruang ibadah, tambah malu rasanya. Diajarin teknik pukulannya yang terdiri dari 2 pukulan dasar 'slap' dan 'open tone'. Karena rasa ingin tahu, makanya latihan itu dapat kukuasai kurang lebih 1 sore itu, belum perfect sih, tapi tone yang keluar sudah lumayan baik karena memang baru 1x belajar itu.
Kemudian minggu depannya lagi, belajar lagi bersama mas Angga. Dan ternyata, aku latihan itu, ada yang tahu. Teman pelayananku tahu. Trus diajak pelayanan lagi, disuruh main conga. Wah, karena modal nekat, ya sudah lah batinku untuk ikut pelayanan lagi. Toh pelayanan juga di kebaktian Remaja, jadi yang datang cuma teman-teman sepantaran dan nggak tau cara main conga. Akhirnya aku pelayanan setelah kurang lebih 2 bulan latihan tidak intensif itu.

Proses perkenalanku dengan conga sebenarnya adalah ketika waktu aku kuliah semester 1 di Surabaya. Bukan di Surabaya memang perkenalanku dengan conga, di Solo tepatnya. Waktu itu, liburan, jadi aku pulang ke Solo. Nah, di gereja ternyata mau ada acara KKR by GMB. Setahuku saat itu, Adi Prasodjo, percussionist GMB adalah yang terbaik di Indonesia. Nah, dengan sedikit nekat, bilang ke mami. 'Mi, aku pengen les ke Mas Adi. Boleh?' tanpa diduga mami jawab 'Tanya sana sama mas Adi, ke gereja sana, GMB baru sound check'. Wah, langsung aja, ambil motor langsung ke gereja. Di situ juga ada mas Angga yang ada sebagai asisten P. Adi waktu di Solo. Wah, langsung aja minta dikenalin ke P. Adi. Dari situ, bilang kalo mau belajar conga. Nah, langsung on the spot suruh pukul tuh conga yang ada di gereja. Ternyata pakai tekhnik yang dikasih mas Angga kurang pas. Diajarin on the spot tekhnik yang bener. Wah, malu nggak karuan waktu itu. Gimana nggak malu, lagi bilang mau belajar, langsung diajarin ditempat, disuruh nge-slap sampe bener, diliatin Amos Cahyadi (drummer GMB) sisan! Belum lagi dilihat orang-orang gereja yang lagi pada bingung sound check+atur lighting.
Trus bilang ke Pak Adi, kalo mau serius latihan perkusi. Ehhhh.... Disuruh ke Jakarta! Buset, ke Jakarta?? Udah berasa kaya orang mau jadi profesional aja nih kayaknya, latihan conga aja sampe Jakarta. Trus langsung aja bilang ke mami, kalo ditawarin pergi ke Jakarta. Eh, ternyata sama mami malah ditantang, kalo brani ya brangkat! Wuhhhh... Langsung dah, setelah dapet nomer hp P. Adi dari mas Angga, langsung setelah itu kabar-kabaran lewat handphone. Disuru beli alatnya dulu (conga), karena kalo sudah latihan nggak ada alat buat latihan lanjut, percuma katanya. Ya udah, akhirnya aku sepakat masalah harga alat bekasnya+biaya latihan+penginapan di kos milik pak Adi di daerah Cempaka Putih, Jakarta.
Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Januari aku ke Jakarta, setelah menghadiri pernikahan saudara yang di di Jakarta, tepatnya di hotel Novotel, trus aku menginap sehari di rumah saudara, setelah itu besoknya langsung naik taxi ke daerah Cempaka Putih. Serasa orang yang mau menaklukan Jakarta! Hahaha.. Karena belum pernah naik taxi sendiri di Jakarta, lagian nggak tahu jalan sama sekali, trus ditelepon sama Pak Adi, handphone suru kasih ke sopirnya, trus diancer-ancerin deh tu sopir, disuruh anter ke perumahan tentara di Cempaka Putih. Langsung tuh sopir taxi bergidik, nanyain mau ngapa disana. Hahaha.. Dengan pede aja bilang kalo mau nemuin orang disana. Setelah beberapa jam di jalanan yang macet, tiba sudah ke rumah pak Adi. Trus setelah istirahat sebentar, langsung diajak ke kamarku, trus naruh-naruh barang trus turun lagi ke lantai 1 buat masuk studionya. Langsung dah, siang itu latihan 'slap' sampe sore. Nggak diduga, ternyata slap pake tangan kiri yang dari 0 bisa saat itu juga. Memang sih latihannya ngebuat tangan bengkak-bengkak, tapi puas lah, bisa dapet tone-nya dalam beberapa jam saja. Setelah itu malah bisa melakukan 'slap' dengan tangan kanan-kiri.
Nah, setelah itu, hari berikutnya, slap sudah agak hilang, karena bengkak-bengkak tangan belum sembuh. Mulailah diajarin tekhnik lain + pattern awal. Dari awal karena memang perjanjian hanya latihan 2 minggu, makanya nggak diajarin not perkusinya. Nah, itu salah 1 kesalahan terbesarku, karena tutup mata buat not + pengin cepet bisa. Akhirnya aku diajarin langsung tekhnik yang benar+nonton DVD dari Berklee,USA. Pusat latihan para master perkusi dunia. Dari situ, timbul banyak hal yang ternyata membuka mata lebar-lebar, dunia musik nggak segampang yang dipikirkan.

Hari-hari di Jakarta diisi dengan latihan perkusi pagi-siang-sore, jalan-jalan ke mall kalo bosen sama pak Adi, ke gereja hari Minggu + kadang hari lain karena pak Adi ikut bantuin pelayanan persekutuan doa, trus ketemuan sama orang-orang GMB (waktu itu vokalis sudah ganti Bams), pergi ke apartemen Joseph S. Djafar, pergi latihan untuk rekaman album GMB community (ketemuan sama orang-orang musik rohani keren-keren disana), pagi hari diajak pergi makan bakso babi paling enak seantero Jakarta! hahaha.. Sempet waktu itu, 2 hari ditinggal pak Adi ke Kalimantan, karena ada workshop disana, aku ditinggalin rekaman kaset pattern baru, tapi ya bisa diprediksi, aku ga bisa memainkannya, karena masih awam dengan nada-nada + tekhnik perkusi, jadi kalo secara audio saja, sangat sulit buat aku. Setelah pulang dari Kalimantan, aku disuruh praktekin, ya uda bilang aja nggak bisa. Hahahaha.. Trus diajarin lagi.
Oh ya, sempet juga makan ikan Black xxxx (nggak tau nama pastinya, di Google juga nggak nemu)! Wah, ikan ini mantab ajib marijib bener! Pak Adi habis mancing dari daerah Sumatra katanya, bareng sama orang Mancing Mania (trans7), trus dapet itu, akhirnya dibawa pulang ke Jakarta! Itu ikan panjang banget, sampe bawanya ke Jakarta pake 2 styrofoam panjang 1 meteran. Kita makan bareng sama 2 anak Pak Adi.

Trus akhirnya nggak cuma conga aja, bongo, tambourine, shaker, triangle, dll diajarin sekalian, walupun nggak mendetail pelajarannya. Oh ya, dikamar dikasih 1 set conga, buat latihan conga tiap harinya, jadi nggak perlu ke studio yang di lantai 1 tiap mau latihan.

Nah, akhirnya sudah tuh belajar conga di Jakarta. Total mungkin sekitar 20 hari belajar conga itu. balik Solo, ternyata lumayan banyak yang tau kalo sempet latihan perkusi di Jakarta, dari situ, tambah disuruh pelayanan di kebaktian umum di gereja. Rasa pe-de mulai ada, karena sudah mendapat basic yang lumayan mapan, dibandingkan pertama-tama belajar perkusi.
Setelah bisa main conga+djembe, ajakan untuk bermain perkusi semakin banyak.

Nah, setelah itu, aku lanjut ke Surabaya, untuk kuliah lagi. Pada April 2009 aku baru settle di Gereja Mawar Sharon. Disitu aku nggak nemuin pemain perkusi, bahkan alatnya pun tidak ada di mimbar. Dari situ aku tambah ingin untuk melanjutkan pelayanan di Surabaya. Dengan koneksi ko Raymond (teman koko ku) yang adalah drummer aktif di GMS, aku dapat kenal dengan ce Ezra disitu. Setelah itu, mereka ragu apakah aku memang bisa bermain dengan baik, atau hanya bisa-bisaan aja. Aku jawab aja kalo memang bisa bermain dan punya alat sendiri, jadi gereja nggak perlu khawatir membeli alat diawal aku pelayanan. Mungkin sekitar bulan Agustus, ada pembukaan pendaftaran untuk pemusik+penyanyi untuk pelayanan di GMS. Di situ, aku ikut audisinya. Ternyata benar, cuma aku saja pemain perkusi. Aku angkat-angkat alat sendiri, menyiapkan sendiri alat-alatnya (2 conga + 1 tas toys). Dari 2 lagu yang diberikan (1 worhsip, 1praise) aku sudah cukup menguasainya, karena 2 lagu itu memang nggak pake perkusi, jadi hanya pake shaker+tambourine, gampang banget waktu itu emang. Ehhh... ternyata aku nggak main lagu itu. Aku cuma disuruh ngikutin tempo drum + jamming session aja. Wah, grogi abis! Setelah drum yang mulai, aku disuruh solo perkusi. Ini hal paling nggak aku suka! Karena dari sini bakal kelihatan grogi ku yang nggak karuan. Tapi aku akhirnya hanya pejam mata, trus main pake hati. Udah selesai, akhirnya keluar ruangan. Setelah itu, kami semua yang audisi disuruh untuk nunggu hasil audisi di tempel di papan pengumuman. 1 bulan nggak ada di papan pengumuman. Karena penasaran, aku telp ke departemen Praise and Worship. 3x aku telp, dengan rentang 1 mingguan. Akhirnya minggu ke-3 di kabarin kalo aku disuruh dateng ke GMS buat wawancara. Disana dibilang ternyata memang akhirnya sengaja nggak dipasang di papan pengumuman. Yang lolos cuma 3 orang. Dan hanya 3 orang itu saja yang ternyata mencari kabar pengumuman audisi itu. Wah, itu kaya memang sudah jalan Tuhan.
Trus di GMS ternyata nggak gampang buat pelayanan. Kita harus ikut cell group dulu, dan pelayanan pertama baru dikasih tahun depannya. Tapi, mungkin ini sudah panggilan Tuhan. Waktu itu, aku dicari oleh ko Raymond, untuk diajak pelayanan waktu Natal 2009. Akan ada konsep perkusi pakai barang-barang bekas. Nah, disitu aku ikut-ikut aja, karena masih nggak tau kaya apa playanan di GMS. Ternyata aku disuruh main pake conga+djembe, sedangkan yang lain main pake tong-tong bekas. Wah, itu pengalaman pertama pelayanan kapasitas besar. Aku percaya, kalo kita setia dalam perkara kecil, Tuhan akan memberikan perkara yang lebih besar sesuai kapasitas kita. Setelah latihan beberapa kali, ternyata aku orang paling muda di GMS. Muda baik secara umur dan secara keberadaan di GMS. Harusnya nggak boleh pelayanan di Natal itu, karena anak baru dan Natal merupakan acara tahunan besar di GMS, dimana semua pemimpin gereja turun tangan langsung. Wah, bersyukur banget waktu itu setelah mengetahui itu semua.
Nah, tibalah kami di tanggal 24 Desember 2009, ketika itu gladi resik natal GMS 2009. Wah, ternyata baru tau sekali itu kalo GMS ada acara ternyata semua all-out memberi yang terbaik buat Tuhan. Banyak pengalaman baru yang berharga disana. Mulai dari latihan individu, latihan kelompok, latihan bersama seluruh pelayan, gladi kotor, gladi bersih, playanan. KEREN! Allah kita memang Allah yang KEREN! Tanggal 25 Desember, kami pelayanan 3x ibadah, pagi-siang-sore.

Nah, setelah itu, tanggal 26 Desember 2009 langsung pulang Solo, karena nggak ingin ketinggalan momen natal bersama keluarga dan teman-teman di Solo, takutnya kalo kelamaan pulangnya, kesan natalnya sudah hilang.

Mulai Febuari 2010 baru ada jadwal pelayanan pertama. Dimana grup-B adalah grup yang pertama aku ikuti. Dimasukkan ke grup B mungkin dengan alasan drummer grup B adalah drummer jazz+latin, bassist nya adalah bassist paling senior di GMS. Mungkin diharapkan kolaborasi kami dapat cepat menjadi baik. Tapi entahlah, yang pasti, aku merasa enjoy di grup manapun, yang penting untuk Tuhan. Lagian tiap grup punya karakter keunikan sendiri-sendiri, jadi mereka memberikan pengalaman bermacam-macam buat aku.

Nah, mungkin nggak semua orang tahu. Dan sebenarnya jangan pada tau. Tapi buat menambah rasa perjuangan aja sih. Asal tahu aja, pemain perkusi bukanlah pemain yang selalu diharapkan di dalam sebuah team. Karena tanpa perkusi pun band masih bisa memainkan irama nya dengan baik. Dan bila perkusi saja yang bermain, tidak akan enak di dengarkan, kecuali dalam sebuah konsep perkusi. Nah, beranilah bayar harga! Itulah yang kulakukan. Di GMS sampai sekarangpun hanya punya 1 alat, yaitu timbales. Conga yang merupakan unsur paling penting dalam perkusi-latin tidak ada di GMS. Otomatis aku harus angkat-junjung alat terus dari kos ke gereja. Saat ini sudah cukup mudah, karena ada mobil yang sangat membantu dalam pelayanan. Dahulu waktu belum ada mobil, sampai harus meninggalkan alat di kantor PaW, hal ini membuat aku nggak enak, karena nggak bisa latihan di kos+merepotkan kantor PaW, karena memakan tempat cukup luas. Bila ada pinjaman mobil dari koko yang juga di Surabaya, aku ambil perkusinya, kemudian sebelum pelayanan, harus mengangkat sendiri alat-alat itu. Nggak cuma 1x jalan, mungkin dari parkiran mobil bisa mengulangnya 2-3x tergantung berapa banyak alat yang mau dimainkannya. Dan asal tahu saja, conga yang body-nya dari kayu bukanlah barang yang ringan. Barang yang berat, mungkin 10kg+. Jadi bukan hal baru kalo sebelum pelayanan sudah keringetan angkat alat. Hal itu belum selesai, otomatis setelah main, angkat alat adalah tugas wajib.

Nah, disini, janganlah lihat orang dari luarnya saja. Lihat orang jangan dari hasil saja, tapi proses dan perjuangan itulah yang menentukan keberhasilan seseorang.

Setelah itu, pelayanan tetap lancar baik di Surabaya, maupun di Solo ketika pulang kampung sewaktu liburan.

Nah, pada Januari 2011, aku disuruh untuk belajar alat musik tradisi (kendhang) oleh GMS, guna pelayanan untuk KKR Surabaya For Jesus pad April 2011. Cari guru alat musik tradisi sebenarnya di Solo nggak begitu sulit, hanya karena koneksi yang kurang luas, sehingga sulit. Nah, pada akhirnya Febuari menemukan guru kendhang jaipong dari mas Angga. Namanya Suryadi 'Plenthe'. Orang ini unik dan antik, khas seniman tulen. Proses pertemuan di studio Tabita, Solo. Itu hari Minggu. Akhirnya ngabarin GMS kalo sudah dapet guru, trus masalah biaya les mau dibiayain GMS 50:50, tapi setelah bilang ke papi, akhirnya papi bilang kalo nggak usah ditanggung gereja, nggak enak. Yaudah, akhirnya deal untuk les kendhang. Proses belajar kendhang ini lebih gila daripada belajar djembe+conga! Bayangkan aja, belajar kendhang ini 1 minggu terakhir sebelum balik ke Surabaya lagi guna kuliah. Latihan dimulai hari Senin esoknya setelah ketemuan dengan mas Plenthe. Latihan kendhang ternyata sulit banget!! Nggak cuma tangan kanan-kiri, ternyata kaki kanan-kiri juga dipakai! Nggak ngebayangin sama sekali kalo cara mainnya kaya gitu. Sudah dibilangin kalo kelamaan main kendhang badan bisa panas-dingin, kaki kram, pantat bisa-bisa ambeien. Hahaha.. Terdengar kaya menakut-nakuti sih. Hari pertama sukses. Lumayan langsung bisa dapet slap kendhang yang ternyata beda dengan slap conga. Harapan latihan sih 1 minggu, tapi ternyata cuma 4x, 4 hari berturut-turut! 1x les 2jam. Mau tau rasanya tangan kaya apa? AMBURADUL! Remuh redam tangan'e. Setelah hari ke-4, ternyata bener, badan panas dingin. Bukan karena ada hal goib, tapi emang karena badang masih penyesuain main dengan pukulan-pukulan keras.

Setelah itu, berencana punya alatnya. Bilang ke papi masalah alat ini. Karena dari kayu, maka papi punya inisiatif dibeliin kayu sonokeling, kayu keras minta ampun, tapi setelah difinishing, hasil'e mbuat mas Plenthe pengin punya juga. Polesan temen papi buat finishing kayu emang keren banget! Nah, ternyata kendhang itu mau disewa gereja buat pelayanan April. Karena kendhang belum bisa selesai, otomatis pinjem alat dari mas Plenthe dulu (kendhang kulanter nya), karena kendhang besar punyaku sudah selesai dipoles. Nah, setelah 4 hari latihan, 1bulan kedepannya tanpa pegang kendang sama sekali, kita 1 team perkusi GMS latihan buat SFJ. Wah, latihan itu paling berat buat aku. Karena harus angkat alat + main kendhang dalam keadaan ruang dingin. Ruang dingin itu musuh pemain kendhang, karena tangan bakal bisa pecah-pecah sampe berdarah. Sampai gladi resik SFJ, aku masih pakai tensoplast diruas-ruas jari karena berdarah-darah gara-gara latihan diruang dingin. Akhirnya SFJ sukses, semua kemuliaan bagi Tuhan.

+ Nah, mungkin orang melihat aku sekarang sudah mapan, bisa main perkusi dengan baik. Tapi, anda salah! Permainanku masih standar banget, malah bisa dibilang jauh banget dari profesional. Tapi, berlatih dan nggak tutup mata dari dunia luar adalah kunci berhasil.
+ Jangan pernah mengeluh! Aku bisa saja mungkin mengeluh buat nggak angkat-angkat alat perkusi, tapi aku nggak mau. Semua ada waktunya, nanti pada waktunya, apa yang telah di tabur, bakal di tuai berlipat kali ganda.
+ Kembangkanlah bakatmu, talenta yang Tuhan percayakan sungguh sangat banyak. Nggak mungkin orang nggak punya talenta!
+ Jangan pernah merasa terlambat. Aku belajar nggak pernah merasa terlambat. Baru semester 7 ini aku mau belajar gitar dari 0, itu nggak mungkin terlambat! Karena jalan hidup masih panjang, jadi belajar lebih awal lebih baik. Jangan pernah ditunda.
+ Dimana ada niat, disitu ada jalan. Dimana ada perjuangan, disitu ada kesuksesan.

Khusus bagi pemain perkusi:
1.) Jangan pernah sombong karena kamu bisa bermain perkusi. Tanpa percussionist, sebuah band masih bisa menghasilkan harmonisasi yang baik.
2.) Jangan pernah minder untuk mencoba sesuatu yang baru. Pemain perkusi akan selalu menjadi ikon kecil dalam suatu grup musik. Karena tidak banyak pemain perkusi, sehingga kamu bakal lebih mudah dikenal. Tapi jangan pernah sombong, inget nomer 1!
3.) Jangan terlalu pede untuk memaksakan kehendak, dimana kamu harus selalu bermain dalam setiap ketukan. Karena kedewasaan bermusik mu sangat dihargai ketika kamu bisa membawa diri dalam setiap harmoni.
4.) Jangan pernah merusak tempo dan harmonisasi, bukan karena kamu, tapi karena team.
5.) Dengarkanlah nasehat dan masukan orang lain. Itu akan sangat membantu dalam permainanmu.
6.) Just follow the beat and make your own way. Drum dan bass adalah sahabat bagi perkusi, ikuti mereka dan perkaya harmonisasi team dengan permainanmu.
7.) Andalkan Tuhan dalam setiap permainanmu.


Thanks buat mami, papi, koko, cece, yang selalu support baik dana, semangat, waktu, dll. Belajar musik tidaklah murah, tapi dengan kemauan yang besar, uang bukan menjadi batu sandungan.

God Bless! To God be the glory!

Thursday, October 13, 2011

belajarlah!

Masa muda adalah masa paling berharga. Sering sih denger kata-kata kaya gitu. Mungkin waktu kecil dulu dibilangin sama orang tua atau saudara tentang hal itu, kita masih cuek aja. Tapi sekarang setelah sadar bahwa masa muda adalah masa yang berharga, hal itu tentunya menyadarkan kita akan nasehat dari orang tua kala itu.
Sekarang waktu sudah sadar, banyak sih penyesalan. Dulu waktu disuruh belajar bahasa Inggris dan Mandarin, malas-malasan sih sudah pasti. Les bahasa adalah les paling membosankan. Karena waktu itu ga tau fungsinya. Toh bicara dengan teman pun bicara pakai bahasa Jawa / Indonesia sudah lebih dari cukup, yang penting maksud dan tujuannya tersampaikan. Terlebih orang tua yang memang kurang paham bahasa asing seakan menambah kemalasan itu. Tapi, sekarang sudah mulai sadar ketika mulai bertemu dengan orang luar negeri yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasinya, bahkan ada juga orang luar negeri yang tidak dapat menggunakan bahasa Inggris, maka kita harus menggunakan daya imajinasi kita untuk menerjemahkannya.

Selain bahasa, dulu malas untuk les alat musik. Memang sih orang tua, terutama my lovely mom, selalu bilang, 'kamu harus bisa main alat musik, minimal gitar!' Orang tua memang tidak bisa memainkan alat musik, mereka hanya bisa bernyanyi. Tapi, keluarga ternyata mempunyai bakat seni yang diturunkan kepada anak-anaknya. Proses pertama belajar musik yaitu ketika SD. Koko menjadi panutan ketika dia ingin sekali belajar bermain drum. Sebenarnya drum bukan alat musik yang ingin kupelajari saat itu. Belajar drum karna paksaan dari orang tua merupakan salah satu hal yang mungkin akan menjadi dasar dalam mempelajari alat musik lain. Drum adalah alat musik pertama yang aku pelajari dengan guru les musik, selain pianica+seruling di SD dahulu. Tapi, dari situ muncul keinginan untuk belajar alat musik lain.

Sekarang, tak henti-hentinya ingin belajar alat musik. Mulai dari gitar, memperdalam perkusi, dan tujuan terakhir adalah belajar alat musik gesek dan keyboard. Perkusi tidak pernah habis untuk dipelajari. Keanekaragaman alat dan tekhnik nya tidak pernah habis dipelajari.

Beruntunglah aku punya orang tua yang selalu mendukung dalam proses belajar.

Intinya:
Semua ada waktunya. Jangan paksakan kehendak untuk mempelajari sesuatu. Mendukung belajar itu penting, karena tidak semua orang bisa sadar sendiri untuk belajar, kadang harus diingatkan. Tapi, bila mereka sudah mau, support habis-habisan!
Kemudian, bersyukurlah dengan apapun yang ada sekarang. Jangan menyerah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kasihilah orang tuamu, entah kamu di support atau di larang. Karena pada akhirnya, orang tuamu lah yang sebenarnya memberikan support terbesar dan akan bangga akan apa yang telah kita kerjakan.
Pergunakanlah waktumu semaksimal mungkin.

Wednesday, October 5, 2011

Steven Paul Jobs (24 Febuari 1955 - 5 Oktober 2011)

Males sih awalnya nulis tentang Steve Jobs, tapi mungkin ini salah 1 apresiasi buat orang hebat yang pernah lahir di bumi ini dengan sederetan inovasi, kreatifitas, motivasi, dan produk yang luar biasa yang sangat memberkati banyak orang.
Yang pasti, sampai sekarang belum pernah ada produk dari Apple yang pernah saya miliki sendiri. Kakak, teman,ataulah mantan saya saja yang mempunyainya. Saya mengagumi produknya, tapi sampai sekarang masih merasa belum butuh dan terlalu canggih untuk saya. Karena apa yang ada di produk Apple memang sangatlah canggih dan futuristik, sedangkan apa yang saya butuhkan masih bisa memakai produk yang dibuang sayang.

But, this is for you, Steve!
"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life," Steve Jobs

Pertama kali dengar namanya mungkin saat masih SMA. Kenal karena produknya yang  sudah fenomenal sejak lama.
Orang dengan daya juang dan etos kerja luar biasa. 

Sekarang ini, siapa sih yang tidak mengenal produk Apple?
IPhone, IPad, IPod, IMac, dll.. Semuanya yang berawalan dengan "I" mungkin adalah produk dari Apple Inc. Bahkan huruf "I" sudah sangat populer, sehingga sering juga melihat sablonan kaos yang menggunakan "I" untuk design nya. Bahkan, anda semua pasti sudah tau, barang tidak bisa dianggap populer bila belum di bajak oleh China. Nah, IPhone pun sudah pernah dibajak oleh perusahaan China dengan dual sim-card nya. Hahahaha..

Produk yang luar biasa, sangat futuristik dan kadang tidak terbayangkan sebelumnya oleh kita-kita pada konsumen, bahkan konsumen setia Apple Inc.
Pernahkah kalian memikirkan adanya handphone dengan layar besar, touchscreen, "lock" nya menggunakan touchscreen yang hanya di 'slide'? IPhone yang mempopulerkannya. Sehingga sekarang Galaxy milik Samsung pun juga menirunya.
Pernahkah kalian memikirkan, komputer tanpa virus? Apple bisa! Bahkan perusahaan sekaliber Google dan Facebook pun menghindari Microsoft yang notabene adalah perusahaan besar luar biasa, hanya karena Microsoft tidak bisa menjamin ancaman virus pada perangkat lunaknya.

Pendiri pendamping, ketua, pemilik, dan CEO yang sederhana ini, selalu punya style busana yang paten. Baju hitam turtleneck, celana jeans biru tanpa sabuk, sepatu kets, kacamata. Kesederhanaan yang mungkin didapatnya setelah belajar untuk memperdalam keimanannya di India, dan memeluk agama Budha ini.

Dan, tahukah kalian kalau menonton film Toy Story, A Bug's Life, Monster Inc. dll buatan Pixar? Tahun 1986 Steve membeli Pixar ($10juta). Kemudian setelah habis masa kerjasamanya antara Disney-Pixar, maka tahun 2006, Disney membeli seluruh saham Pixar sebesar $7,4 miliar! Brapa kali lipat dalam 20 tahun? Dan itu menjadikan Steve memiliki saham 7% di Disney, termasuk terbesar, mengalahkan keluarga pendiri Disney sendiri yang hanya punya 1% saham sampai akhir hidupnya.

Oh ya, mau tahu gaji Steve sebagai CEO? $1 per tahun. Ya, 1 dollar saja. Tapi, memang dia yang punya 5.426 juta saham Apple dan 138 juta saham Disney. Yang tercatat sih tahun 2009 kekayaannya $5,1miliar dan menjadi orang terkaya ke-43 di AS.

Pekerja hebat dengan kedisiplinan berlipat dan motivasi kuat adalah Steve Jobs.

Mungkin dari namanya saja sudah terlihat, nama panggilannya STEVE, dan JOBS mungkin dapat diartikan 'job' = pekerjaan / 'jobs' = banyak pekerjaan.
Sudah saatnya dia melepaskan semua pekerjaannya pada bulan Agustus 2011 kemarin, karena dia harus fokus pada pekerjaannya yang lain, yaitu berjuang melawan kanker.
Sekarang pekerjaan itu telah usai semuanya.
Saatnya untuk istirahat dengan tenang..

Sesungguhnya, dari resgin yang dilakukannya kita bisa belajar sesuatu. Pada Januari dia mau resign, tapi karena desakan orang-orang, dia mengurungkannya. Tapi sejak 24 Agustus 2011 dia benar-benar keluar dari Apple dan hanya ingin menjadi Ketua Dewan Direktur. Kemudian dia menyerahkan kekuasaannya kepada Tim Cook. Apa yang bisa kita pelajari? Semua ada waktunya, ada waktu untuk bekerja ada waktu untuk beristirahat. Ada waktu untuk dipercaya dan ada waktu untuk mempercayakan hal yang telah dipercayakan kepada kita. Apa jadinya kalau Steve baru resign pada Desember 2011? Tidak mungkin ada persiapan matang, karena dia sudah meninggal pada 5 Oktober.

So? Percayakanlah pada generasi berikutnya, janganlah terlalu memaksakan diri, karena semua ada waktunya.

We will miss you.. Hope, your next generation will be greater than you.