Popular Posts

Saturday, December 10, 2011

Indonesia, mau dibawa kemana? Indonesia bisa!

Nah, seperti janji saya di blog sebelumnya, aku pengen share ttg Indonesia. Negara, bangsa, tanah air, tumpah darah, dan lain-lain kita yang kita cintai. Mungkin aku ga share banyak tentang pariwisata atau apapun itu, karna kalian yang baca ini pasti uda lebih pinter / gampang banget lah cari tentang pariwisata dan segala macemnya lewat Om Google, mungkin kalupun ada hanya sekedar mengingatkan aja.

Kali ini mungkin cuma mau share, gimana cara 'berjualan' tentang negara kita ke dunia. Korea punya jalannya sendiri dalam promosi negara lewat seni. Jepang punya budaya yang aduhai buat kita pengen tau tentang Jepang. Singapore punya caranya sendiri dalam menggaet wisatawan datang ke negaranya dengan pariwisata dan rumah sakitnya. Malaysia katanya 'truly asia' punya caranya sendiri buat nangkap pelajar/wisatawan ke negaranya lewat menara Petronas nya yang katanya di arsiteki oleh anak negri kita. Trus masih banyak negara lain di Asia yang berhasil jual negaranya habis-habisan. Dan kalian pasti sudah tau juga sih, mayoritas wisatawan di negara ASEAN adalah orang Indonesia. Tragis.

Memang sih akhir-akhir ini sibuk banget, jadi bahan buat nge-blog kali ini uda aku simpen di memo BB biar nggak kelupaan buat ditulis. Mungkin nggak gitu banyak & masih dangkal banget cara pikirku, tapi nggak ada salahnya kan buat sekedar berbagi.

Facebook, twitter, BB, koran, google, email, youtube, tv, kaskus adalah media yang paling sering aku pake buat dapetin informasi & kadang cara pikir orang lain. Jadi mungkin cara pandangku merupakan cara pandang campuran dari orang-orang berpengaruh/mungkin orang-orang yang asal bicara tapi masuk akal menurutku. Sekali lagi, ini cuma menurutku.

Nah, kalian tau banget kan kalo Indonesia adalah negara yang masuk dalam 5 besar negara dengan jumlah penduduk paling banyak di bumi ini. Nomer 1 sih masih tetep dipegang Cina. Menurut google sampai 2 bulan lalu urutannya sih kaya gini : 
1 Republik Rakyat Cina 1.306.148.035
2 India 1.065.070.607
3 Amerika Serikat 297.336.946
4 Indonesia 241.452.952
5 Brasil 184.101.109
6 Pakistan 159.196.336
7 Rusia 143.782.338
8 Bangladesh 141.340.476
9 Nigeria 137.253.133
10 Jepang 127.333.002
(sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111011232632AAzM4h2)
Kebayang nggak tuh, Indonesia ada di urutan ke-4 dunia. Itu baru dari segi jumlah penduduk. Oke, kita lihat lagi dulu dari segi bahasa. Menurut om google, 10 bahasa yang paling banyak dituturkan adalah sebagi berikut :
1. Bahasa Mandarin
2. Bahasa Inggris
3. Bahasa Hindi
4. Bahasa Spanyol
5. Bahasa Rusia
6. Bahasa Arab
7. Bahasa Bengali
8. Bahasa Portugis
9. Bahasa Indonesia
10. Bahasa Perancis
(sumber:http://nagapasha.blogspot.com/2011/12/10-bahasa-yang-paling-banyak-digunakan.html)

Oke, dari 2 sumber itu (nggak tau keakuratannya sih, tapi setidaknya jadi gambaran) kita bisa lihat, Indonesia selalu masuk 10 besar dalam hal 'terbanyak'. Terbanyak yang aku maksud adalah seperti ini, dalam hal penduduk, otomatis kata Indonesia di dunia pernah didengar, setidaknya oleh pengamat bidang penduduk, politik, maupun ekonomi dunia. Pernah didengar memang belum tentu dipikirkan oleh mereka, tapi dari pelajaran yang pernah aku tau, apapun yang pernah didengar, dilihat, maupun dirasakan itu semua akan terekam dipikiran bawah sadar kita. Nah, setidaknya dunia mengenal ada negara yang namanya Indonesia. Oke, kemudian lanjut ke bahasa. Tidak semua negara punya bahasanya sendiri. Contohnya saja Amerika, negara yang katanya adikuasa itu tidak punya bahasa sendiri. Mereka adalah negara yang dibentuk oleh orang-orang Inggris, makanya bahasanya pakai bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya memang sedikit beda dengan British, itu cuma masalah aksen/dialek saja. Tapi dengan kata kasarnya mereka tidak punya identitas bahasa khas pribadi mereka sendiri. Sedangkan Indonesia punya! Bahasa Indonesia. Nah, kita lihat diatas tadi, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling sering digunakan nomor 9 di dunia. Mungkin kita cerna 1 per 1 10 besar bahasa paling populer di dunia itu. 
Urutan pertama 1 adalah Cina, masuk akal karena merupakan negara dengan penduduk paling banyak di dunia dan keturunan orang Cina menyebar hampir diseluruh bagian di dunia ini, kita dengan mudah dapat menemui orang Cina/keturunan Cina di negara manapun. 
Urutan 2, bahasa Inggris. Masuk akal juga, karena Inggris sewaktu zaman perang dunia 1 bahkan sebelum itu, mereka sudah banyak melakukan invasi ke wilayah-wilayah menggunakan kapal dan menjajah negara-negara di Amerika, Asia, maupun Afrika. Mau tidak mau mereka pasti juga menyebarkan bahasa mereka ke negara-negara dunia ini, bahkan mereka mendirikan negara persemakmuran Inggris, otomatis tambah banyak yang bisa bahasa Inggris. Jadi maklum saja kalo bahasa Inggris jadi bahasa internasional.
Urutan 3 ada Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain bahasa Inggris (India pernah dijajah Inggris), maklum juga karena India mempunyai penduduk nomer 2 terbanyak di bumi.
Urutan 4 adalah bahasa Spanyol. Spanyol dan Portugis adalah negara yang pernah melakukan perjalanan mengelilingi dunia, maka mereka juga mengajarkan bahasa negara mereka ke warga yang pernah disinggahi. Contohnya adalah daerah Sulawesi, Indonesia. Kadang masih ada orang bagian Timur Indonesia yang memakai bahasa negara Eropa tersebut, bahkan nama orang-orang disana ada yang memakai nama khas orang Spanyol / Portugis.
Urutan 5 Rusia. Rusia dahulu adalah Unisoviet. Maklum bila negara-negara pecahan Unisoviet menggunakan bahasa Rusia karena memang dahulu adalah 1 kesatuan. Dan bahasa mereka ada di urutan 5 memang masuk akal, karena negara pecahan Unisoviet memang cukup banyak.
Urutan 6 adalah Arab. Ya kalian tau lah, tiap tahun brapa juta orang datang ke Arab buat naik haji atau mungkin cuma berlibur dan lain sebagainya. Lagian bahasa yang di gunakan di Kitab Suci agama Islam (Al-Quran) adalah bahasa Arab, jadi pasti banyak sekali yang belajar bahasa itu dalam tujuannya untuk belajar agama.
Urutan 7 bahasa Bengali. (kali ini harus copas dari wikipedia, karna memang ga tau ada bahasa macam kaya ginian =p)
Bahasa Bengali adalah anak cabang dari Bahasa Indo-Arya. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, dengan penutur lebih dari 200 juta jiwa yang masing-masing berada di Bangladesh (sekitar 120 juta), India (±70 juta). Di India, Bahasa Bengali dituturkan di negara bagian Bengala Barat, Assam, Tripura hingga Manipur, di samping penutur yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Bahasa Bengali dibagi menjadi dua dialek sosial yakni, yang disebut sebagai Shadhu Bhasa (yakni bahasa standar)yang didasarkan pada dialek kota Kolkata, sedangkan Cholit Bhasa adalah bahasa non-standar yang tergantung pada wilayah tutur Bahasa itu sendiri. Di Bangladesh, bahasa Bengali didasarkan pada dialek yang dipakai di kota Dhaka.
Istilah Bengali adalah istilah Inggris untuk menjabarkan bahasa dan masyarakat wilayah Bengala. Berasal dari kata Vanga yang kemudian berubah menjadi Bangalaah oleh lidah Persia, kemudian menjadi Bengali (dalam lafal setempat diucapkan sebagai Benggoli). Kata Bangla pun kini diterima sebagai istilah baku, sedangkan masyarakat setempat menyebut wilayahnya dengan istilah Bongo. Kini Tanah Bengali terbagi menjadi dua wilayah, yakni Poschim Bongo (Bengal Barat) dan Purbo Bongo (Bangladesh).
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Bengali)
Urutan 8 adalah bahasa Portugis=bahasa Spanyol diatas.
Urutan 9 adalah Bahasa Indonesia. Nah ini dia jagoannya. Negara dengan penduduk terbanyak nomor 4 dunia! Memang nggak semua bisa bahasa Indonesia, orang-orang pedalaman punya bahasa sukunya masing-masing, tapi beberapa dari mereka masih ada yang bisa bahasa Indonesia. Bahasa kita sudah dipelajari oleh minimal setau saya sih (maklum males buka google) di 15 negara. Yang dimaksud adalah di 15 negara itu ada yang membuka kelas di sekolah/universitasnya buat orang yang mau belajar bahasa Indonesia. Dan kita tau, banyak orang Australia yang mempelajari bahasa kita.
Urutan nomor 10 adalah bahasa Prancis. Bahasa yang kata orang dunia adalah bahasa paling seksi dimuka bumi ini. Pernah aku belajar bahasa Prancis sewaktu kelas 3 SMA. Bahasanya acak adut! Sulit banget, tapi memang seksi sih. Dimana bibir kita dimaju-mundurin, diplintir-plintir, dan lidah kita melet-melet nggak jelas. Orang banyak yang suka dan ingin belajar (terutama orang Eropa dan Amerika) karena Prancis juga merupakan negara pusat mode dunia, pariwisata di kota Paris juga aduhai.

Oke, itu ulasan seputar bahasa dan penduduk. Nah, dari situ, aku pengin berbagi tentang jatidiri bangsa kita! Karena masih hangat tentang Korea, aku sangkut-sangkutin aja dengan Korea. Nah, Korea punya caranya sendiri dalam menjual negaranya entah itu disengaja atau nggak lewat seni (boy-girl band, drama film, realityshow tv, dll). Nah, yang paling utama yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana kita bisa menjual negara kita ke dunia bukan dengan cara MENDUPLIKAT! Jangan pernah berusaha menduplikat kesuksesan negara lain dengan cara mereka. Tapi pikirkanlah cara dengan cara kita sendiri. Apa yang bisa kita gali dari potensi negara ini?

PARIWISATA
Orang Eropa tau kalau ada pulau eksotis namanya Bali. Tapi mereka tidak tau kalau Bali itu adalah bagian dari Indonesia. Karena mereka ada yang langsung terbang dari negara asalnya ke Bali, tanpa lewat Jakarta/Surabaya yang notabene adalah kota khas Indonesia. Dan parahnya ada yang menganggap bahasa Indonesia yang digunakan penduduk lokal Bali adalah bahasa Bali dengan dialek khas nya itu, sehingga terdengar berbeda ketika orang Jawa dan Bali berbicara bahasa Indonesia.
Kemudian masih ada Pulau Belitung (khas Laskar Pelangi) dan Raja Ampat yang sekarang tambah banyak wisatawannya karena keindahan pulau dan pantai nya.
Masih ada lagi Pulau Komodo, yang katanya sih masuk New7Wonder. Asik juga kan Indonesia punya pulau dengan hewan purba yang cuma ada dipulau itu. Oh ya, ngomong-ngomong tentang Pulau Komodo, sebenernya nggak begitu setuju tentang promosi besar-besaran itu. Pernah kepikirankah kita kalo Komodo adalah hewan purba, ganas, dan hidup di alam liar. Nah, kalo banyak pengunjung kesana, bagaimana para komodo bisa hidup bebas karena kehadiran manusia? Yang ada malah nanti dibangun macam-macam (hotel dan lain sebagainya) sebagai penunjang pariwisata (orang) bukan penunjang kehidupan para komodo ini.

Nah, itu baru sedikit sekali pariwisata yang aku sebutin. Masih sangat amat banyak yang bisa dibanggakan dan dijual tentang pariwisata Indonesia. Hewan, tumbuhan, tempat indah yang sering kali diliput oleh National Geographic itu bisa dijual sebagai destinasi wisata.

KEBUDAYAAN
Indonesia punya beribu bahasa lokal, beribu suku, beribu ada istiadat. Nah, dari situ kita bisa menjual kekhasan negara kita. Pernahkah kita berpikir ingin pergi ke Thailang, ke tempat wanita-wanita yang lehernya dikasih gelang biar panjang, yang katanya semakin panjang akan semakin cantik. Nah, mereka menjual ke khasan adat istiadat mereka sendiri, tanpa adanya barang import maupun pengaruh budaya asing. Dan itu yang kita ingini untuk kita bisa kesana untuk merasakan nuansa dan suasana asli dari itu semua.
Tapi yang ada di Indonesia ini adalah kadang memasukkan budaya asing agar terlihat keren, padahal hal itu malah merusak ciri khas asli dari suatu wilayah.
Berkelakuanlah seperti biasanya, seperti adat istiadat dan tata krama lokal yang sudah ada dari turun temurun itu, maka ada suatu yang khas dari wilayahmu yang menarik orang untuk berkunjung, merasakan hal yang bagi mereka baru. Bukankah produk asli lebih diminati daripada produk palsu?!

BAHASA
Memang diakui bahwa bahasa kita sudah sangat sulit buat orang negara lain pelajari. Bahkan kita sendiri yang merusaknya (aku kadang juga masih merusak sih).
Di negara asal wisatawan, mereka diajari bertutur bahasa Indonesia dengan gaya SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan) tapi kita berbicara dengan gaya bicara bahasa sehari-hari yang kadang orang luar malas untuk mendengarnya, karna menurut mereka 'grammar' kita salah dan sulit untuk diterima.
Kemudian mereka mungkin belajar "Apakah yang akan kamu lakukan nanti sore?" Kita mengatakannya demikian, "Elo ntar sore ngapain?" Terlihat beda banget bukan? Aku=gue, kamu=elo, ayah=bokap, dll. Belum lagi ditambah dengan istilah "alay, lebay, galau" dll. Nah, itu semua kadang membuat orang luar yang ingin mengerti bahasa kita jadi merasa tambah sulit dan akhirnya mereka malas mempelajarinya.
Orang Korea tetap pada bahasanya sendiri, dan orang lain ingin mempelajari bahasa tersebut. Itu adalah hal yang membanggakan, dimana kita 'egois' untuk memakai bahasa kita sendiri dan memaksa orang lain untuk mempelajari bahasa kita. Tapi hal itu tidak akan berjalan dengan baik bila kita tidak menarik bagi mereka.

POLITIK
Nah ini masalah yang nggak ada habisnya di bahas di Indonesia. Negara yang terkenal korup di dunia! Mungkin cuma sedikit yang bisa aku sampaikan, sudah pada taraf malas buat ngomentarin politikus negara ini.
Kalian tidak akan bisa membangun negara dan bahkan malah akan merusak negara ini dengan kelakuan kalian yang masih mementingkan rekening bank anda, rekening partai anda, dan rekening keluarga anda atau bahkan rekening sahabat/rekan bisnis anda saja. Tolong lihat orang di kampung,desa, dan pedalaman, mereka memikirkan bagaimana untuk hidup, bukan seperti kalian yang memikirkan bagaimana untuk hidup enak-nyaman.

EKONOMI
Banyak pakar memprediksi di tahun 2015 Indonesia sudah ada dalam percaturan ekonomi dunia. Saya memikirkan itu salah! Karena yang saya pikir, sejak tahun 2000an Indonesia sudah mempengaruhi percaturan ekonomi dunia. Sewaktu Gus Dur memerintah, ekonomi Indonesia terbilang stabil dan Amerika cukup ketakutan dengan langkah bijak yang diambil oleh Gus Dur kala itu. Dan hebatnya lagi, Sri Mulyani dicomot oleh Bank Dunia untuk ikut andil dalam percaturan ekonomi dunia. Menyayangkan sih sebenarnya ketika Sri Mulyani pergi dari Indonesia untuk bekerja di bank dunia. Karena menurut saya Sri Mulyani bisa memberi efek lebih baik ketika beliau di Indonesia daripada di bankdunia kaitannya dengan perbaikan ekonomi Indonesia. Kebijakan yang beliau ambil membuat pengusaha nakal cukup ketar-ketir, dan itu merupakan perubahan yang baik bagi Indonesia.
Sekarang mari kita tunggu apa langkah yang diambil pemerintah sekarang untuk kemajuan ekonomi bangsa ini di dunia.

KORUPSI
Budaya lama.
(jujur aku sampai berpikir cukup lama buat nulis apa tentang korupsi ini)
Aktor korupsi tahun 2011 adalah Anas Urbaningrum. Maaf bila aku salah, tapi itu pendapatku. Bukankah pendapat itu bebas? Ini bukan pencemaran nama baik atau semacamnya.
Yang aku pernah denger, Anas ikut campur dalam kasus wisma atlet SeaGames 2011. Kemudian wacana pengadaan jalan tol tengah kota Surabaya oleh Anas, yang disangkut pautkan dengan proyek nasional dan lain sebagainya embret-embret lah! Jalan tol tengah kota Surabaya bukan merupakan solusi untuk kemacetan. Jangan jadikan Surabaya sebagai Jakarta jilid 2! Surabaya harusnya jadi kota perubahan dengan adanya angkutan umum massa yang baik, bersih, murah, efektif, efisien. Proyek tol yang katanya dapat menjangkau puluhan ribu pekerja itu sarat dengan bau korupsi, karna proyek besar. Oke, bolehlah mempekerjakan 30ribu orang, tapi terpikir nggak sih setelah proyek selesai, 30ribu orang yang hidupnya digantungkan pada upah proyek jalan tol itu mau bekerja apa setelah tolnya jadi? Goblok banget nggak sih?
Maklum mungkin ya, Anas punya background orang desa yang sekarang sudah jadi pejabat, orang penting, dan punya kedudukan di partai, mungkin aja dia khilaf waktu tandatangan surat yang ada nominal angka 0 berjumlah lebih dari 9 buah alias ratusan miliar.
Selama orang-orang dengan kepentingan individu masih memimpin negara ini, nggak ada habisnya cerita korupsi di Indonesia.

KESEHATAN
Banyak orang Indonesia berobat ke Singapura. Orang Indonesia tidaklah orang kere, mereka punya uang dan mampu menghabiskan uangnya untuk masalah kesehatan.
Mungkin kelemahan Indonesia adalah dokter import tidak boleh langsung bekerja di Indonesia bila belum sekolah penyesuaian dokter di Indonesia. Tapi itu bukan berarti minus, ada plus juga karena dengan cara itu dapat mempekerjakan dokter lokal lebih banyak. Tapi, bagaimana kualitas dokter lokal Indonesia, bila mendiagnosa saja salah?! Sangkut pautnya adalah nyawa!
Orang Indonesia lebih berani membuang uangnya ke Singapura daripada menghabiskan uangnya dengan diagnosa salah dari dokter lokal.
Alat-alat kedokteran juga merupakan hal lain yang dapat membuat orang Indonesia pergi ke Singapura untuk hasil yang lebih baik.
Nah, bayangkan saja, orang yang berobat ke Singapura tentu tidak murni hanya berobat saja. Mereka membutuhkan tiket pesawat pulang-pergi Sing-Indo. Terus di Singapura mereka pasti butuh makan, tempat tidur, belanja, dan lain-lain. Itu menjadikan Singapura semakin kaya.
Nah, mungkin dengan peningkatan SDM dokter di Indonesia dan ditunjang dengan alat-alat kedokteran yang canggih, itu akan membuat orang Indonesia lebih memilih berobat di Indonesia daripada keluar uang lebih ke negara lain. Mungkin Indonesia perlu membangun 1 rumah sakit yang benar-benar hebat, yang dapat mengalahkan rumah sakit di Singapura/Malaysia. 1 dulu aja, nggak usah muluk-muluk ditiap kota besar. Bangun aja di Jakarta biar gampang akses pesawat dari kota-kota di Indonesia.

Nah itu sedikit gagasan dari aku tentang masalah-masalah yang bisa menjadi berkat bagi negara kita.

Indonesia harus menjadi negara yang 'egois' dan bermartabat serta memiliki daya pikat yang menyenangkan dan membuat wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia. Dengan sikap egois terhadap produk import (kebijakan export-import yang menguntungkan dalam negri) tentu akan membuat Amerika-Cina berpikir 2x untuk mempermainkan Indonesia dalam peta ekonomi dunia. Dengan bersikap ramah dan menyenangkan tentunya orang luar negri akan rindu senyum khas Indonesia. Dengan kepandaian kita, kita dapat membuat kebijakan pajak yang sangat besar untuk perusahaan yang bekerjasama dengan kita. Kita harus tegas, jangan mau dipermainkan negara lain. Urus kasus Freeport, Gunung Emas itu milik kita! Berikan pajak 40% pun Freeport akan tetap membayarnya, bila tidak mau membayar, usir mereka! Ini negara kita! Kita bisa semena-mena bila kita dirugikan. Jangan bertamu dinegri sendiri, memalukan. Ketegasan kita menjadi cambuk bagi negara lain untuk mengakui kedaulatan dan kewibaan bangsa kita. Para ahli dari negara kita pasti akan pulang membangun negri ini bila kita memberikan apa yang mereka butuhkan untuk membangun negara kita. Lihat dada mereka, masih ada Garuda di dada mereka. Aku sangat yakin!

Indonesia BISA!

No comments:

Post a Comment