Masa muda adalah masa paling berharga. Sering sih denger kata-kata kaya gitu. Mungkin waktu kecil dulu dibilangin sama orang tua atau saudara tentang hal itu, kita masih cuek aja. Tapi sekarang setelah sadar bahwa masa muda adalah masa yang berharga, hal itu tentunya menyadarkan kita akan nasehat dari orang tua kala itu.
Sekarang waktu sudah sadar, banyak sih penyesalan. Dulu waktu disuruh belajar bahasa Inggris dan Mandarin, malas-malasan sih sudah pasti. Les bahasa adalah les paling membosankan. Karena waktu itu ga tau fungsinya. Toh bicara dengan teman pun bicara pakai bahasa Jawa / Indonesia sudah lebih dari cukup, yang penting maksud dan tujuannya tersampaikan. Terlebih orang tua yang memang kurang paham bahasa asing seakan menambah kemalasan itu. Tapi, sekarang sudah mulai sadar ketika mulai bertemu dengan orang luar negeri yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasinya, bahkan ada juga orang luar negeri yang tidak dapat menggunakan bahasa Inggris, maka kita harus menggunakan daya imajinasi kita untuk menerjemahkannya.
Selain bahasa, dulu malas untuk les alat musik. Memang sih orang tua, terutama my lovely mom, selalu bilang, 'kamu harus bisa main alat musik, minimal gitar!' Orang tua memang tidak bisa memainkan alat musik, mereka hanya bisa bernyanyi. Tapi, keluarga ternyata mempunyai bakat seni yang diturunkan kepada anak-anaknya. Proses pertama belajar musik yaitu ketika SD. Koko menjadi panutan ketika dia ingin sekali belajar bermain drum. Sebenarnya drum bukan alat musik yang ingin kupelajari saat itu. Belajar drum karna paksaan dari orang tua merupakan salah satu hal yang mungkin akan menjadi dasar dalam mempelajari alat musik lain. Drum adalah alat musik pertama yang aku pelajari dengan guru les musik, selain pianica+seruling di SD dahulu. Tapi, dari situ muncul keinginan untuk belajar alat musik lain.
Sekarang, tak henti-hentinya ingin belajar alat musik. Mulai dari gitar, memperdalam perkusi, dan tujuan terakhir adalah belajar alat musik gesek dan keyboard. Perkusi tidak pernah habis untuk dipelajari. Keanekaragaman alat dan tekhnik nya tidak pernah habis dipelajari.
Beruntunglah aku punya orang tua yang selalu mendukung dalam proses belajar.
Intinya:
Semua ada waktunya. Jangan paksakan kehendak untuk mempelajari sesuatu. Mendukung belajar itu penting, karena tidak semua orang bisa sadar sendiri untuk belajar, kadang harus diingatkan. Tapi, bila mereka sudah mau, support habis-habisan!
Kemudian, bersyukurlah dengan apapun yang ada sekarang. Jangan menyerah dan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kasihilah orang tuamu, entah kamu di support atau di larang. Karena pada akhirnya, orang tuamu lah yang sebenarnya memberikan support terbesar dan akan bangga akan apa yang telah kita kerjakan.
Pergunakanlah waktumu semaksimal mungkin.
No comments:
Post a Comment