Popular Posts

Friday, December 23, 2011

Don't give up!

Ok, i will share this video first..

Kita dikirim ke medan laga untuk mengakhiri sampai garis finis. Nah, Derek Redmond juga punya prinsip yang bener ketika dia maju ke medan laga.
Memang sering kali kita mendengar bahwa bila turun ke pertandingan, kita ingin menang. Kita bisa menang bila kita menjalaninya sesuai aturan yang berlaku.
Like my Bible said : " Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota  sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga." (2 Timotius 2:5)

Tapi kadang dalam perjalanan, kalo kita udah keliatan nggak bakal menang, kita bakalan undur, slow down, atau kadang brenti total. Nah, bukan itu esensi paling penting yang diinginkan. Kita hanya akan merasakan bahwa kita telah mengikuti suatu pertandingan bila kita mengakhirinya di garis finis atau sampai kita berhenti untuk mengangkat trofi atau bahkan hanya memberi ucapan selamat kepada lawan kita atas keberhasilannya.

Itulah esensi dari sebuah pertandingan. Ada pertandingan = ada peserta = ada pemenang = ada yang belum menang. Itulah sebenarnya, tidak ada yang kalah.

Don't give up! Kamu akan gagal ketika kamu berhenti berusaha. Selama berusaha, berarti masih ada harapan. Ya, sesederhana itu memang.

So? What will you do? Just do it (kaya topi papahnya Derek Redmond). Ok?

Thursday, December 22, 2011

e-ktp vs holiday

Confusing about the holiday!
e-KTP ngebuat semua berantakan! e-KTP apa harus tahun ini? Kalo orangnya nggak ada di kota asal trus gimana? wah wah wah....

Rencana new year di Surabaya kalo sampe batal gara-gara e-KTP ga seru blas!

Memang ga cuma mau new year disini, masih ada urusan lain yg emang harus diselesaiin taon ini di Sby. Tapi gara-gara e-KTP trus mami jadi ga enak ati kan ya ga enak banget!

Seberapa pentingnya kah e-KTP sampe harus cepat-cepat dibuat? Untuk mempermudah proses selanjutnya dengan pakai e-KTP? Ya mungkin sih lebih cepat lebih baik, tapi proyek pemerintah 1 ini memang masih kurang familiar & aku mencium bau korupsi disana sini ttg pengadaan e-KTP ini. Tapi males bahas tentang korupsinya. Pasti ada, yakin dan percaya sih, tapi males nge bahas di blog.

Tapi bukannya sebagai warga negara, pasti akan dapat kemudahan dalam membikin kartu identitas pribadi ini ya? Kalo sampe bikin kartu identitas pribadi aja dipersulit, trus kalo ada razia disuruh ngaku warga negara mana dong?

I don't care about e-KTP lah..

Sunday, December 18, 2011

real estate-kampung

Mau share aja hasil dari kuliah tentang Pokok Permukiman & Wilayah Kota (PPWK).

Waktu kuliah, dosen bicara tentang Perbedaan Real Estate dan Kampung. Ya, kita sudah pada tau lah ya kalo real estate mesti keren, semua tertata, ada taman, rumah seragam bagus-bagus. Dan kalo kampung ya pasti jalan sempit, sampah berceceran, got warna hitam, rumah maju-mundur sendiri-sendiri, dll.
Nah, hal ini yang ngebuat aku tertarik. Pasti ada hal 'asing' yang aku dapet dikuliah ini.

Ternyata bener juga sih. Apa yang membuat kampung nggak bisa tertata seperti real estate? Ya gampang, karena tidak ditata dengan baik!

Mungkin dengan adanya penataan dari pemerintah, akan membuat kampung menjadi lingkungan layak huni. Disini yang dimaksud kampung adalah kampung yang terjadi karena proses peradaban masyarakat secara manual. Memang ada kampung yang bersih, nyaman, dan asik untuk dinikmati lingkungannya.
Campur tangan pemerintah mungkin dengan cara pengadaan aturan yang sudah diremajakan, campur tangan pemerintah lewat bagian tata kota untuk ikut turun tangan dalam pengecekan secara langsung pembuatan IMB dan pengecekan berkala di tempat pembangunan.

Pembangunan tempat-tempat umum dilakukan pemerintah dan jangan dipasrahkan ke warga kampung, tapi warga kampung yang turut mengerjakan (gotong royong). Contohnya pembuatan jalan, pengadaan tempat sampah, penataan saluran air dan listrik. Sehingga pemerintah selayaknya penyedia real estate, hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli dan membangun kapling yang sudah disediakan.
Dengan demikian, tidak akan akan terjadi banjir, sarang penyakit, dan kepenatan di lingkungan kampung yang ada karena campur tangan pemerintah yang langsung dengan tegas memberi peraturan diwilayah kampung tersebut.

Sampai sekarang hal itu masih jarang terjadi dikampung, karena setiap kampung tidak memiliki perencana lingkungan yang baik. Maka hal itu harus disokong oleh pemerintah yang mempunyai ahli dibidangnya. Tidak seperti real estate yang sudah ditata oleh para pengembang.

Ketika dakwah diperjualbelikan

Langsung aja, pengennya nge blog singkat aja si..

Pada tau 'kan, kalau di channel TVO*e ada acara yang isinya kompetisi dakwah? Nah, sampai sebegitunyakah orang-orang pertelevisian menjual acaranya demi nominal rupiah?

Setau saya saja sih, memang di Indonesia masih belum bisa meninggalkan kebiasaan 'follow the mainstream'. Nah, ketika jaman AA Gym dulu berdakwah dan banyak orang suka, maka para pendakwah (ustad) lain mulai bermunculan. Ustad yang dahulu kliatannya kolot, berjenggot, berbusana Arab sudah tidak begitu nampak. Yang keluar malah para ustad ganteng. Kemudian muncul juga di layar kaca ustad perempuan yang bicaranya tajam tapi penuh kasih. Nah, begitu fenomena para pendakwah ini muncul, langsung aja di follow up dengan kehadiran 'kompetisi' para da'i cilik mulai diajarin bahasa-bahasa yang cukup berat bagi mereka, kemudian disusupi dengan cara pikir orang dewasa. Sehingga nampak keren ketika para da'i cilik ini berbicara, seakan membuka pikiran orang dewasa akan perkataannya ini.

Memang semua ada baik buruknya. Para anak kecil ini memang sudah diajarkan tentang pendidikan agama sedari kecil. Itu bagus. Tapi, bukankah proses hidup dan waktu yang akan mendewasakannya?
Kemudian negatifnya adalah, mengapa sampai acara ini diperjualbelikan seperti ini? Mungkin ada yang bertanya, maksud dari diperjualbelikan apa ya? Gini, kita tahu kan kalo acara masuk tv itu harus bayar pake uang yang ga sedikit kan.. Tiap detik di tv adalah uang. Nah, otomatis para sponsor iklan, dll harus bayar buat ngehidupin biaya acara ini. Nah, apa sampai sebegitunya kalo cari uang harus pake acara kotbah+sms+juara? Pikir saya, kok dakwah aja sampai dijual?! Bukankah seharusnya kita memberikan dakwah itu secara gratis? Program kompetisi ini juga kurang pas untuk acara semacam dakwah, kalo kompetisi nyanyi / adu bakat sih masih okay, tapi kalo sampai surat-surat Nabi aja dijadikan kompetisi, rasanya kurang pas.

Saturday, December 10, 2011

Indonesia, mau dibawa kemana? Indonesia bisa!

Nah, seperti janji saya di blog sebelumnya, aku pengen share ttg Indonesia. Negara, bangsa, tanah air, tumpah darah, dan lain-lain kita yang kita cintai. Mungkin aku ga share banyak tentang pariwisata atau apapun itu, karna kalian yang baca ini pasti uda lebih pinter / gampang banget lah cari tentang pariwisata dan segala macemnya lewat Om Google, mungkin kalupun ada hanya sekedar mengingatkan aja.

Kali ini mungkin cuma mau share, gimana cara 'berjualan' tentang negara kita ke dunia. Korea punya jalannya sendiri dalam promosi negara lewat seni. Jepang punya budaya yang aduhai buat kita pengen tau tentang Jepang. Singapore punya caranya sendiri dalam menggaet wisatawan datang ke negaranya dengan pariwisata dan rumah sakitnya. Malaysia katanya 'truly asia' punya caranya sendiri buat nangkap pelajar/wisatawan ke negaranya lewat menara Petronas nya yang katanya di arsiteki oleh anak negri kita. Trus masih banyak negara lain di Asia yang berhasil jual negaranya habis-habisan. Dan kalian pasti sudah tau juga sih, mayoritas wisatawan di negara ASEAN adalah orang Indonesia. Tragis.

Memang sih akhir-akhir ini sibuk banget, jadi bahan buat nge-blog kali ini uda aku simpen di memo BB biar nggak kelupaan buat ditulis. Mungkin nggak gitu banyak & masih dangkal banget cara pikirku, tapi nggak ada salahnya kan buat sekedar berbagi.

Facebook, twitter, BB, koran, google, email, youtube, tv, kaskus adalah media yang paling sering aku pake buat dapetin informasi & kadang cara pikir orang lain. Jadi mungkin cara pandangku merupakan cara pandang campuran dari orang-orang berpengaruh/mungkin orang-orang yang asal bicara tapi masuk akal menurutku. Sekali lagi, ini cuma menurutku.

Nah, kalian tau banget kan kalo Indonesia adalah negara yang masuk dalam 5 besar negara dengan jumlah penduduk paling banyak di bumi ini. Nomer 1 sih masih tetep dipegang Cina. Menurut google sampai 2 bulan lalu urutannya sih kaya gini : 
1 Republik Rakyat Cina 1.306.148.035
2 India 1.065.070.607
3 Amerika Serikat 297.336.946
4 Indonesia 241.452.952
5 Brasil 184.101.109
6 Pakistan 159.196.336
7 Rusia 143.782.338
8 Bangladesh 141.340.476
9 Nigeria 137.253.133
10 Jepang 127.333.002
(sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111011232632AAzM4h2)
Kebayang nggak tuh, Indonesia ada di urutan ke-4 dunia. Itu baru dari segi jumlah penduduk. Oke, kita lihat lagi dulu dari segi bahasa. Menurut om google, 10 bahasa yang paling banyak dituturkan adalah sebagi berikut :
1. Bahasa Mandarin
2. Bahasa Inggris
3. Bahasa Hindi
4. Bahasa Spanyol
5. Bahasa Rusia
6. Bahasa Arab
7. Bahasa Bengali
8. Bahasa Portugis
9. Bahasa Indonesia
10. Bahasa Perancis
(sumber:http://nagapasha.blogspot.com/2011/12/10-bahasa-yang-paling-banyak-digunakan.html)

Oke, dari 2 sumber itu (nggak tau keakuratannya sih, tapi setidaknya jadi gambaran) kita bisa lihat, Indonesia selalu masuk 10 besar dalam hal 'terbanyak'. Terbanyak yang aku maksud adalah seperti ini, dalam hal penduduk, otomatis kata Indonesia di dunia pernah didengar, setidaknya oleh pengamat bidang penduduk, politik, maupun ekonomi dunia. Pernah didengar memang belum tentu dipikirkan oleh mereka, tapi dari pelajaran yang pernah aku tau, apapun yang pernah didengar, dilihat, maupun dirasakan itu semua akan terekam dipikiran bawah sadar kita. Nah, setidaknya dunia mengenal ada negara yang namanya Indonesia. Oke, kemudian lanjut ke bahasa. Tidak semua negara punya bahasanya sendiri. Contohnya saja Amerika, negara yang katanya adikuasa itu tidak punya bahasa sendiri. Mereka adalah negara yang dibentuk oleh orang-orang Inggris, makanya bahasanya pakai bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya memang sedikit beda dengan British, itu cuma masalah aksen/dialek saja. Tapi dengan kata kasarnya mereka tidak punya identitas bahasa khas pribadi mereka sendiri. Sedangkan Indonesia punya! Bahasa Indonesia. Nah, kita lihat diatas tadi, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang paling sering digunakan nomor 9 di dunia. Mungkin kita cerna 1 per 1 10 besar bahasa paling populer di dunia itu. 
Urutan pertama 1 adalah Cina, masuk akal karena merupakan negara dengan penduduk paling banyak di dunia dan keturunan orang Cina menyebar hampir diseluruh bagian di dunia ini, kita dengan mudah dapat menemui orang Cina/keturunan Cina di negara manapun. 
Urutan 2, bahasa Inggris. Masuk akal juga, karena Inggris sewaktu zaman perang dunia 1 bahkan sebelum itu, mereka sudah banyak melakukan invasi ke wilayah-wilayah menggunakan kapal dan menjajah negara-negara di Amerika, Asia, maupun Afrika. Mau tidak mau mereka pasti juga menyebarkan bahasa mereka ke negara-negara dunia ini, bahkan mereka mendirikan negara persemakmuran Inggris, otomatis tambah banyak yang bisa bahasa Inggris. Jadi maklum saja kalo bahasa Inggris jadi bahasa internasional.
Urutan 3 ada Bahasa Hindi adalah bahasa resmi di India selain bahasa Inggris (India pernah dijajah Inggris), maklum juga karena India mempunyai penduduk nomer 2 terbanyak di bumi.
Urutan 4 adalah bahasa Spanyol. Spanyol dan Portugis adalah negara yang pernah melakukan perjalanan mengelilingi dunia, maka mereka juga mengajarkan bahasa negara mereka ke warga yang pernah disinggahi. Contohnya adalah daerah Sulawesi, Indonesia. Kadang masih ada orang bagian Timur Indonesia yang memakai bahasa negara Eropa tersebut, bahkan nama orang-orang disana ada yang memakai nama khas orang Spanyol / Portugis.
Urutan 5 Rusia. Rusia dahulu adalah Unisoviet. Maklum bila negara-negara pecahan Unisoviet menggunakan bahasa Rusia karena memang dahulu adalah 1 kesatuan. Dan bahasa mereka ada di urutan 5 memang masuk akal, karena negara pecahan Unisoviet memang cukup banyak.
Urutan 6 adalah Arab. Ya kalian tau lah, tiap tahun brapa juta orang datang ke Arab buat naik haji atau mungkin cuma berlibur dan lain sebagainya. Lagian bahasa yang di gunakan di Kitab Suci agama Islam (Al-Quran) adalah bahasa Arab, jadi pasti banyak sekali yang belajar bahasa itu dalam tujuannya untuk belajar agama.
Urutan 7 bahasa Bengali. (kali ini harus copas dari wikipedia, karna memang ga tau ada bahasa macam kaya ginian =p)
Bahasa Bengali adalah anak cabang dari Bahasa Indo-Arya. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbanyak di dunia, dengan penutur lebih dari 200 juta jiwa yang masing-masing berada di Bangladesh (sekitar 120 juta), India (±70 juta). Di India, Bahasa Bengali dituturkan di negara bagian Bengala Barat, Assam, Tripura hingga Manipur, di samping penutur yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Bahasa Bengali dibagi menjadi dua dialek sosial yakni, yang disebut sebagai Shadhu Bhasa (yakni bahasa standar)yang didasarkan pada dialek kota Kolkata, sedangkan Cholit Bhasa adalah bahasa non-standar yang tergantung pada wilayah tutur Bahasa itu sendiri. Di Bangladesh, bahasa Bengali didasarkan pada dialek yang dipakai di kota Dhaka.
Istilah Bengali adalah istilah Inggris untuk menjabarkan bahasa dan masyarakat wilayah Bengala. Berasal dari kata Vanga yang kemudian berubah menjadi Bangalaah oleh lidah Persia, kemudian menjadi Bengali (dalam lafal setempat diucapkan sebagai Benggoli). Kata Bangla pun kini diterima sebagai istilah baku, sedangkan masyarakat setempat menyebut wilayahnya dengan istilah Bongo. Kini Tanah Bengali terbagi menjadi dua wilayah, yakni Poschim Bongo (Bengal Barat) dan Purbo Bongo (Bangladesh).
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Bengali)
Urutan 8 adalah bahasa Portugis=bahasa Spanyol diatas.
Urutan 9 adalah Bahasa Indonesia. Nah ini dia jagoannya. Negara dengan penduduk terbanyak nomor 4 dunia! Memang nggak semua bisa bahasa Indonesia, orang-orang pedalaman punya bahasa sukunya masing-masing, tapi beberapa dari mereka masih ada yang bisa bahasa Indonesia. Bahasa kita sudah dipelajari oleh minimal setau saya sih (maklum males buka google) di 15 negara. Yang dimaksud adalah di 15 negara itu ada yang membuka kelas di sekolah/universitasnya buat orang yang mau belajar bahasa Indonesia. Dan kita tau, banyak orang Australia yang mempelajari bahasa kita.
Urutan nomor 10 adalah bahasa Prancis. Bahasa yang kata orang dunia adalah bahasa paling seksi dimuka bumi ini. Pernah aku belajar bahasa Prancis sewaktu kelas 3 SMA. Bahasanya acak adut! Sulit banget, tapi memang seksi sih. Dimana bibir kita dimaju-mundurin, diplintir-plintir, dan lidah kita melet-melet nggak jelas. Orang banyak yang suka dan ingin belajar (terutama orang Eropa dan Amerika) karena Prancis juga merupakan negara pusat mode dunia, pariwisata di kota Paris juga aduhai.

Oke, itu ulasan seputar bahasa dan penduduk. Nah, dari situ, aku pengin berbagi tentang jatidiri bangsa kita! Karena masih hangat tentang Korea, aku sangkut-sangkutin aja dengan Korea. Nah, Korea punya caranya sendiri dalam menjual negaranya entah itu disengaja atau nggak lewat seni (boy-girl band, drama film, realityshow tv, dll). Nah, yang paling utama yang harus kita pikirkan adalah, bagaimana kita bisa menjual negara kita ke dunia bukan dengan cara MENDUPLIKAT! Jangan pernah berusaha menduplikat kesuksesan negara lain dengan cara mereka. Tapi pikirkanlah cara dengan cara kita sendiri. Apa yang bisa kita gali dari potensi negara ini?

PARIWISATA
Orang Eropa tau kalau ada pulau eksotis namanya Bali. Tapi mereka tidak tau kalau Bali itu adalah bagian dari Indonesia. Karena mereka ada yang langsung terbang dari negara asalnya ke Bali, tanpa lewat Jakarta/Surabaya yang notabene adalah kota khas Indonesia. Dan parahnya ada yang menganggap bahasa Indonesia yang digunakan penduduk lokal Bali adalah bahasa Bali dengan dialek khas nya itu, sehingga terdengar berbeda ketika orang Jawa dan Bali berbicara bahasa Indonesia.
Kemudian masih ada Pulau Belitung (khas Laskar Pelangi) dan Raja Ampat yang sekarang tambah banyak wisatawannya karena keindahan pulau dan pantai nya.
Masih ada lagi Pulau Komodo, yang katanya sih masuk New7Wonder. Asik juga kan Indonesia punya pulau dengan hewan purba yang cuma ada dipulau itu. Oh ya, ngomong-ngomong tentang Pulau Komodo, sebenernya nggak begitu setuju tentang promosi besar-besaran itu. Pernah kepikirankah kita kalo Komodo adalah hewan purba, ganas, dan hidup di alam liar. Nah, kalo banyak pengunjung kesana, bagaimana para komodo bisa hidup bebas karena kehadiran manusia? Yang ada malah nanti dibangun macam-macam (hotel dan lain sebagainya) sebagai penunjang pariwisata (orang) bukan penunjang kehidupan para komodo ini.

Nah, itu baru sedikit sekali pariwisata yang aku sebutin. Masih sangat amat banyak yang bisa dibanggakan dan dijual tentang pariwisata Indonesia. Hewan, tumbuhan, tempat indah yang sering kali diliput oleh National Geographic itu bisa dijual sebagai destinasi wisata.

KEBUDAYAAN
Indonesia punya beribu bahasa lokal, beribu suku, beribu ada istiadat. Nah, dari situ kita bisa menjual kekhasan negara kita. Pernahkah kita berpikir ingin pergi ke Thailang, ke tempat wanita-wanita yang lehernya dikasih gelang biar panjang, yang katanya semakin panjang akan semakin cantik. Nah, mereka menjual ke khasan adat istiadat mereka sendiri, tanpa adanya barang import maupun pengaruh budaya asing. Dan itu yang kita ingini untuk kita bisa kesana untuk merasakan nuansa dan suasana asli dari itu semua.
Tapi yang ada di Indonesia ini adalah kadang memasukkan budaya asing agar terlihat keren, padahal hal itu malah merusak ciri khas asli dari suatu wilayah.
Berkelakuanlah seperti biasanya, seperti adat istiadat dan tata krama lokal yang sudah ada dari turun temurun itu, maka ada suatu yang khas dari wilayahmu yang menarik orang untuk berkunjung, merasakan hal yang bagi mereka baru. Bukankah produk asli lebih diminati daripada produk palsu?!

BAHASA
Memang diakui bahwa bahasa kita sudah sangat sulit buat orang negara lain pelajari. Bahkan kita sendiri yang merusaknya (aku kadang juga masih merusak sih).
Di negara asal wisatawan, mereka diajari bertutur bahasa Indonesia dengan gaya SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan) tapi kita berbicara dengan gaya bicara bahasa sehari-hari yang kadang orang luar malas untuk mendengarnya, karna menurut mereka 'grammar' kita salah dan sulit untuk diterima.
Kemudian mereka mungkin belajar "Apakah yang akan kamu lakukan nanti sore?" Kita mengatakannya demikian, "Elo ntar sore ngapain?" Terlihat beda banget bukan? Aku=gue, kamu=elo, ayah=bokap, dll. Belum lagi ditambah dengan istilah "alay, lebay, galau" dll. Nah, itu semua kadang membuat orang luar yang ingin mengerti bahasa kita jadi merasa tambah sulit dan akhirnya mereka malas mempelajarinya.
Orang Korea tetap pada bahasanya sendiri, dan orang lain ingin mempelajari bahasa tersebut. Itu adalah hal yang membanggakan, dimana kita 'egois' untuk memakai bahasa kita sendiri dan memaksa orang lain untuk mempelajari bahasa kita. Tapi hal itu tidak akan berjalan dengan baik bila kita tidak menarik bagi mereka.

POLITIK
Nah ini masalah yang nggak ada habisnya di bahas di Indonesia. Negara yang terkenal korup di dunia! Mungkin cuma sedikit yang bisa aku sampaikan, sudah pada taraf malas buat ngomentarin politikus negara ini.
Kalian tidak akan bisa membangun negara dan bahkan malah akan merusak negara ini dengan kelakuan kalian yang masih mementingkan rekening bank anda, rekening partai anda, dan rekening keluarga anda atau bahkan rekening sahabat/rekan bisnis anda saja. Tolong lihat orang di kampung,desa, dan pedalaman, mereka memikirkan bagaimana untuk hidup, bukan seperti kalian yang memikirkan bagaimana untuk hidup enak-nyaman.

EKONOMI
Banyak pakar memprediksi di tahun 2015 Indonesia sudah ada dalam percaturan ekonomi dunia. Saya memikirkan itu salah! Karena yang saya pikir, sejak tahun 2000an Indonesia sudah mempengaruhi percaturan ekonomi dunia. Sewaktu Gus Dur memerintah, ekonomi Indonesia terbilang stabil dan Amerika cukup ketakutan dengan langkah bijak yang diambil oleh Gus Dur kala itu. Dan hebatnya lagi, Sri Mulyani dicomot oleh Bank Dunia untuk ikut andil dalam percaturan ekonomi dunia. Menyayangkan sih sebenarnya ketika Sri Mulyani pergi dari Indonesia untuk bekerja di bank dunia. Karena menurut saya Sri Mulyani bisa memberi efek lebih baik ketika beliau di Indonesia daripada di bankdunia kaitannya dengan perbaikan ekonomi Indonesia. Kebijakan yang beliau ambil membuat pengusaha nakal cukup ketar-ketir, dan itu merupakan perubahan yang baik bagi Indonesia.
Sekarang mari kita tunggu apa langkah yang diambil pemerintah sekarang untuk kemajuan ekonomi bangsa ini di dunia.

KORUPSI
Budaya lama.
(jujur aku sampai berpikir cukup lama buat nulis apa tentang korupsi ini)
Aktor korupsi tahun 2011 adalah Anas Urbaningrum. Maaf bila aku salah, tapi itu pendapatku. Bukankah pendapat itu bebas? Ini bukan pencemaran nama baik atau semacamnya.
Yang aku pernah denger, Anas ikut campur dalam kasus wisma atlet SeaGames 2011. Kemudian wacana pengadaan jalan tol tengah kota Surabaya oleh Anas, yang disangkut pautkan dengan proyek nasional dan lain sebagainya embret-embret lah! Jalan tol tengah kota Surabaya bukan merupakan solusi untuk kemacetan. Jangan jadikan Surabaya sebagai Jakarta jilid 2! Surabaya harusnya jadi kota perubahan dengan adanya angkutan umum massa yang baik, bersih, murah, efektif, efisien. Proyek tol yang katanya dapat menjangkau puluhan ribu pekerja itu sarat dengan bau korupsi, karna proyek besar. Oke, bolehlah mempekerjakan 30ribu orang, tapi terpikir nggak sih setelah proyek selesai, 30ribu orang yang hidupnya digantungkan pada upah proyek jalan tol itu mau bekerja apa setelah tolnya jadi? Goblok banget nggak sih?
Maklum mungkin ya, Anas punya background orang desa yang sekarang sudah jadi pejabat, orang penting, dan punya kedudukan di partai, mungkin aja dia khilaf waktu tandatangan surat yang ada nominal angka 0 berjumlah lebih dari 9 buah alias ratusan miliar.
Selama orang-orang dengan kepentingan individu masih memimpin negara ini, nggak ada habisnya cerita korupsi di Indonesia.

KESEHATAN
Banyak orang Indonesia berobat ke Singapura. Orang Indonesia tidaklah orang kere, mereka punya uang dan mampu menghabiskan uangnya untuk masalah kesehatan.
Mungkin kelemahan Indonesia adalah dokter import tidak boleh langsung bekerja di Indonesia bila belum sekolah penyesuaian dokter di Indonesia. Tapi itu bukan berarti minus, ada plus juga karena dengan cara itu dapat mempekerjakan dokter lokal lebih banyak. Tapi, bagaimana kualitas dokter lokal Indonesia, bila mendiagnosa saja salah?! Sangkut pautnya adalah nyawa!
Orang Indonesia lebih berani membuang uangnya ke Singapura daripada menghabiskan uangnya dengan diagnosa salah dari dokter lokal.
Alat-alat kedokteran juga merupakan hal lain yang dapat membuat orang Indonesia pergi ke Singapura untuk hasil yang lebih baik.
Nah, bayangkan saja, orang yang berobat ke Singapura tentu tidak murni hanya berobat saja. Mereka membutuhkan tiket pesawat pulang-pergi Sing-Indo. Terus di Singapura mereka pasti butuh makan, tempat tidur, belanja, dan lain-lain. Itu menjadikan Singapura semakin kaya.
Nah, mungkin dengan peningkatan SDM dokter di Indonesia dan ditunjang dengan alat-alat kedokteran yang canggih, itu akan membuat orang Indonesia lebih memilih berobat di Indonesia daripada keluar uang lebih ke negara lain. Mungkin Indonesia perlu membangun 1 rumah sakit yang benar-benar hebat, yang dapat mengalahkan rumah sakit di Singapura/Malaysia. 1 dulu aja, nggak usah muluk-muluk ditiap kota besar. Bangun aja di Jakarta biar gampang akses pesawat dari kota-kota di Indonesia.

Nah itu sedikit gagasan dari aku tentang masalah-masalah yang bisa menjadi berkat bagi negara kita.

Indonesia harus menjadi negara yang 'egois' dan bermartabat serta memiliki daya pikat yang menyenangkan dan membuat wisatawan mancanegara mau datang ke Indonesia. Dengan sikap egois terhadap produk import (kebijakan export-import yang menguntungkan dalam negri) tentu akan membuat Amerika-Cina berpikir 2x untuk mempermainkan Indonesia dalam peta ekonomi dunia. Dengan bersikap ramah dan menyenangkan tentunya orang luar negri akan rindu senyum khas Indonesia. Dengan kepandaian kita, kita dapat membuat kebijakan pajak yang sangat besar untuk perusahaan yang bekerjasama dengan kita. Kita harus tegas, jangan mau dipermainkan negara lain. Urus kasus Freeport, Gunung Emas itu milik kita! Berikan pajak 40% pun Freeport akan tetap membayarnya, bila tidak mau membayar, usir mereka! Ini negara kita! Kita bisa semena-mena bila kita dirugikan. Jangan bertamu dinegri sendiri, memalukan. Ketegasan kita menjadi cambuk bagi negara lain untuk mengakui kedaulatan dan kewibaan bangsa kita. Para ahli dari negara kita pasti akan pulang membangun negri ini bila kita memberikan apa yang mereka butuhkan untuk membangun negara kita. Lihat dada mereka, masih ada Garuda di dada mereka. Aku sangat yakin!

Indonesia BISA!

Wednesday, December 7, 2011

KOREA FEVER

KOREA! Begitu dengar kata Korea yang terbesit dalam pikiran adalah negara dengan banyak talenta seniman 'artis' yang sangat terkenal mulai dari drama film, lagu-lagu, cowok-cewek cakep, dan yang paling gres adalah boy & girl band!

Nah, berbagi pengalaman sedikit aja ni.
Bulan Juli-Agustus lalu aku ikut acara dari kampus, program unggulan dari kampusku sih, COP (Community Outreach Program). Merupakan program internasional, gabungan mahasiswa dari UKP (Indonesia), HK, Korea, Jepang & Belanda. Nah, disini mau nggak mau otomatis aku ketemu dengan mahasiswa dari 4 negara asing tersebut. Kita bahas yang Korea aja ya.
Nah, mahasiswa Korea cenderung lebih digandrungi oleh mahasiswa dari Indonesia pada umumnya, karena ya mau nggak mau mereka dari negara tempat asal SNSD, BIGBANG, dll. Nah, temen-temen yang pada doyan film korea + artis-artis Korea tambah tergila-gila sama anak-anak Dongseo University ini. Mereka seakan mendapat partner pas untuk menggali lebih dalam tentang Korea. Baik budaya, bahasa, maupun film/lagu yang lagi 'hits' di Korea. Mau nggak mau, mahasiswa lain dari Indonesia yang tidak begitu kenal Korea juga ikut-ikutan penasaran. Nah, dari situlah aku yang nggak doyan sama apapun yang berbau dengan Korea ikut penasaran. Karena awalnya aku lebih suka menggali informasi budaya dan lain sebagainya dari mahasiswa Jepang dan Belanda. Kalau HongKong sih tanpa mengesampingkan, saya tidak begitu tertarik, karena bahasanya menggunakan bahasa Mandarin dan cara hidup mereka sudah biasa aku dengar.

Apa sih yang menarik dari Korea? Roommate ku waktu itu adalah Roh Jae Yong, orang Korea. Kita 1 bulan tidur dalam 1 kamar, otomatis mau nggak mau aku harus blajar bahasa Korea sedikit-sedikit. Mulai dari 'annyeonghaseo' sampai 'jalja'. Sedikit-sedikit sih yang aku bisa, karena sejujurnya aku nggak gitu doyan blajar bahasa. Nah, yang lebih seru lagi, orang Korea nggak begitu bisa bahasa Inggris. Nah, kita pakai bahasa Tarzan buat nunjukin kita mau ngapain. Contoh, mau mandi, dia bilang, "Dimas, i will take a shower" (sambil gosok-gosok badan). Nah itu 1 contoh aja, masih banyak banget bahasa Tarzan yang kita pake buat nunjukin kita mau ngapain. Soalnya aku pakai bahasa Inggris pun kadang dia nggak tau apa artinya.

Nah, itu secuplik awal mulai tertarik Korea. Tapi, sejujurnya tertarik Korea lagi semenjak nonton Reality Show 'Running Man'. Nah, di Running Man, seakan kata-kata yang pernah aku denger di COP lalu kembali diucapin sama artis-artis yang ada di Running Man (RM). Selain itu RM juga merupakan acara yang sangat lucu, dengan subtitle bahasa Inggris, yang kadang nggak 'pas' tapi memang lucu saat kita lihat para artis bercanda.

Tapi, sadarkah kita tentang Korea? Korea memang kalah dari Jepang secara ekonomi, politik, maupun tempat-tempat rekreasi. Kita lebih sering mendengar promosi maupun kebijakan-kebijakan Jepang dibanding Korea. Walaupun Sekretaris Jenderal PBB sekarang adalah orang Korea (Ban Kii Mon) tapi kita hanya tau bahwa dia dari Korea (titik). Sudah itu saja. Sedangkan Jepang, mereka punya Disneyland yang anak-anak tentu pengin kesana, kartun dan komik yang rata-rata dari Jepang. Kemudian Jepang punya budaya yang keren bagi anak-anak remaja, yaitu Ninja, Samurai, Sumo, ataupun genk yang sadis di Jepang terkenal dengan tatonya, Yakuza. Siapa yang nggak pernah dengar tentang hal itu semua? Tapi bagaimana dengan Korea? Siapa yang kenal Korea sebelum ini? Kita hanya terus menerus mendengar tentang perang saudara di Korea.
Tapi, Korea 'menyerang' dunia dengan 'entertainment'. Siapa sangka ada artis-artis Asia yang dapat menembus Eropa hingga Amerika dengan bahasa mereka sendiri? Memang artis Taiwan, Cina, HK sering menembus pasar Hollywood. Bollywood juga sering menembus Hollywood. Tapi siapa sangka KOREA mampu?

Hal yang aku lihat dari 'penjajahan model baru' dari Korea ini adalah:
1. Bahasa
Korea memiliki bahasa Korea. Dengan tulisan Korea, yang disebut dengan hangeul. Nah, mereka sangat bangga dengan bahasa mereka dan tulisan mereka. Tulisan mereka mirip dengan tulisan Jepang dan Cina, sama-sama kotak dan seperti sandi. Orang-orang Korea rata-rata tidak bisa bahasa Inggris, yang merupakan bahasa Internasional, tapi mereka tetap enjoy dengan bahasa mereka (sedikit cuek).

2. Kebudayaan
Orang Korea masih menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Meskipun tidak seketat Jepang dalam mempopulerkan kebudayaan mereka, tapi mereka tetap menjaganya dan tetap bangga dengan itu semua.
Tata krama orang Korea patut diacungi jempol. Tatakrama mereka khas orang Asia. Mereka sangat menghormati umur. Mereka punya panggilan masing-masing antara pria-pria, maupun wanita-wanita. Panggilan mereka untuk pria yang lebih tua daripada wanita adalah 'Oppa', sedangkan untuk wanita yang lebih tua daripada pria adalah 'Unnie'. Macam-macam dan sedikit unik untuk orang yang belum pernah mendengarnya. Umur di Korea sangat penting, jadi jangan heran bila orang Korea bertanya tentang umur ke kita, karena mereka ingin menghargai kita dengan istilah panggilan mereka kepada kita. Mereka juga akan menunduk kepada orang yang lebih tua. Entah itu bertemu di mall ataupun di jalan, bila bisa mereka akan menunduk hormat kepada orang tua atau orang penting.

3. Cinta tanah air
Wajib militer di Korea adalah hal wajib bagi pria remaja-dewasa. Semua pria wajib mengikuti wajib militer selama 2 tahun. Entah itu rakyat kecil, artis, anak pejabat pun bakal mengikuti wajib militer. Memang ada hak khusus untuk pria berkebutuhan khusus, tapi tidak bagi pria normal. Wajib militer mereka dibagi menjadi 3 bagian, angkatan darat-laut-udara. Nah, spesifikasi mereka juga merupakan pilihan bagi orang yang wajib militer. Dari teman-teman COP kemaren aku menemukan beberapa penjurusan, mulai dari tentara angkatan darat (AD), teknisi pesawat (AU), ahli strategi (AD), maupun yang paling keren disana dan otomatis paling berat yaitu tentara angkatan laut (AL) yaitu marinir. Marinir berat karena mereka adalah orang-orang yang harus berani untuk menghadapi Korea Utara digaris depan (darat-laut).
Fisik mereka kebanyakan bagus, karena setelah wajib militer 2 tahun, mereka akan mendapat panggilan berlatih lagi beberapa bulan kedepannya, jadi skill mereka tidak hilang langsung.
Wajib militer inilah yang menyebabkan kecintaan terhadap tanah air semakin besar.

4. Mereka punya cara sendiri (Percaya diri-kreatif)
Korea punya caranya sendiri untuk mencuri perhatian dunia. Korea mengeluarkan dunia hiburan mereka lewat layar kaca, internet, dan lain sebagainya dengan besar-besaran. Jalan cerita film-film drama Korea juga sedikit berbeda dengan film Taiwan yang orang Indonesia tampaknya sudah mulai bosan.Wajah tampan+cantik orang Korea juga menjadi nilai tambah bagi kesuksesan penjualan mereka. Belum lagi Boy & Girl band mereka yang matang. Konsep boyband dan girlband sebenarnya sudah lama ada, lihat saja Westlife, Pussycatdoll, dan lain-lain. Mereka sebenarnya sama, tapi karena ini Korea, audiens lebih 'gila' untuk mengidolakannya. Gebrakan tari-nyanyi mereka sudah benar-benar matang. Tarian mereka lebih diandalkan daripada suara mereka, memang tidak semua punya suara jelek, tapi konsep dan tata busana mereka memang hebat.

Belum lagi ditambah acara MAMA 2011. Acara gila!! Acara musik ASIA terhebat yang pernah aku lihat. Nggak nyangka sih awalnya kalo Asia bisa ngadain acara penganugerahan musik segila itu. Acara Korea, mayoritas pengisi acara (penyanyi, penari, MC) adalah orang Korea. Ada beberapa artis mancanegara yang diundang untuk mengisi acara, tapi tidaklah begitu banyak. Ada SnoopyDog dan 2 personel Black Eyed Peas yang berkulit hitam (maap lupa nama & males googling =D). Nah, aku percaya nggak cuma penyanyi, dancer, MC, tapi pasti masih ada official, manager, kru lain yang datang. Nah, acara itu yang mengherankan adalah diadakan di Singapura!! Buset, boyongan berapa ratus orang yang ke Singapura? SNSD 9 orang, BigBang yang datang 11orang, itu saja sudah 20orang, belum manager, dancer lain, dll. GILA! Acara super mewah dan tata panggung + lighting yang keren. Dan setelah tanya ke temen lain yang seneng Korea sejak lama, ternyata MAMA 2009 & 2010 juga diadain di negara lain, luar Korea. WOW! Ekspansi negara secara terselubung yang kadang tidak disadari negara lain.
Penggemar di Singapura ternyata juga sangat banyak, dan tentunya waktu itu tidak hanya orang Singapura saja yang datang, aku percaya disana pasti ada orang Indonesia, Malaysia, dan dari negara lain yang menyaksikan acara itu. Aku yakin 90% dari penonton tidak begitu fasih bahasa Korea, tapi mereka mengidolakan para idola itu dengan luar biasa.

Diam-diam orang luar Korea belajar sedikit-sedikit bahasa Korea, itu dari lagu-lagu Korea yang nge-hits diluar sana. Walaupun kita tahu orang Korea tidak bisa bahasa Inggris, bahkan MC yang mengisi acara MAMA 2011-pun nggak fasih bahasa Inggris. Tapi bahasa Korea malah dipelajari oleh orang-orang negara lain.
Orang-orang Korea menyanyikan lagu-lagunya dengan pancingan bahasa Inggris. Contohnya 'Nobody nobody but you..' sedikit bahasa Inggris yang gampang dijadikan pancingan untuk mengundang fans yang kesulitan menggunakan bahasa Korea untuk ikut menyanyi. Hebat bukan?
Bahkan nggak pernah kepikiran kalau orang kulit hitam bisa mengidolakan SNSD. Apa musik Amerika sudah mulai membosankan?

Nah, itu sedikit yang saya ketahui tentang Korea dan cara ekspansi mereka untuk menjual negara mereka. Lambat laun banyak orang datang ke Korea, dan menjadikan Korea sebagai salah 1 tujuan wisata mereka. Yang sebelumnya tujuan wisata orang-orang pada umumnya adalah Jepang.
Ya, sampai sekarang demam Korea masih menggelanyuti orang Indonesia dan negara lain, mari kita ambil yang baik, dan jangan masukan secara mentah-mentah tanpa filter dengan mengikuti mereka langsung, yang jadi hasilnya adalah KW-Super, KW-1, KW-2, dst.. dan tentunya memalukan!
Korea tau jalannya sendiri dan tau bagaimana jalan yang benar dijalurnya!

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Aku akan coba menuliskan pemikiran kritis saya tentang Indonesia untuk maju dengan cara sendiri di blog berikutnya. INDONESIA BISA!