Siapa yang sekarang ga pernah dengar tentang Nurdin Halid?! Sampai anak kecil yang ikut menjadi suporter timnas sepakbola kitas saja ikut-ikut meneriakkan "NURDIN HALID, TURUN!!". Dalam batin saya, saya tertawa kecil mendengarnya, 'emang anak ini tahu siapa Nurdin Halid?!'. Ya seperti itulah era demokrasi zaman sekarang yang kadang sudah melampaui batas karena adanya informasi yang sudah sangat mudah diterima masyarakat.
Nurdin Haldid diminta mundur oleh masyarakat dikarenakan adanya unsur kepentingan politik dan kepentingan 'keuangan' pribadi kala menjabat sebagai ketua umum PSSI. Sungguh memalukan memang, PSSI pernah dipimpin orang dengan status NAPI dan dalam menjalankan tugasnya, PSSI pernah dinahkodai napi dari balik penjara! Memang seperti ini keadaannya. Hukum yang diatur oleh sebagian orang, memang dapat merugikan masyarakat luas. Saya kadang sampai tidak tahu, seberapa tingkat malu seorang yang selalu mengaku-ngaku sebagai penggerak persepakbolaan Indonesia ini sampai ia tidak mau mengundurkan diri. NH pernah berkata bahwa bila timnas yang main di AFF 2010 bila sampai tidak juara, maka ia akan mengundurkan diri. Kenyataannya berkata lain, memang timnas 6x menang dan 1x kalah masih belum cukup untuk menjuarainya. Kemenangan memanglah kemenangan, walaupun Indonesia 6x menang dikandang, tapi Indonesia memberikan perlawanan yang sportif kepada para tamunya.
Sekarang kisruh Super League Indonesia dan Liga Primer Indonesia menjadi babak baru kekisruhan PSSI. Bersyukurlah PSSI bila ada kompetisi lain yang toh pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa ini. Jangan memikirkan keegoisan sehingga PSSI 'tidak mendapat jatah tambahan' dari LPI. Kita sebagai masyarakat saja tidak ingin dianak tirikan, apalagi para 'pekerja' di LPI yang adalah pemain, ofisial, pelatih, wasit, pengawas pertandingan, hingga pihak penyelenggara pun ingin hak kebebasan yang sama. Jangan tutup mata akan bakat dan kemampuan para pemain dan pelatih yang masuk dalm LPI, jadikan itu sebagai saingan SLI untuk maju. Bila bakat yang ada di LPI tidak dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan bangsa (masuk timnas), siapakah yang rugi? PSSI memang tidak rugi, karena yang rugi adalah martabat bangsa ini! Sudah tidak jamannya KKN.
Belajarlah dari PERBASI! Perbasi yang adalah induk olahraga bola basket di Indonesia sudah melakukan langkah hebat! Mereka bermain secara profesional. Apa sih yang mau dilakukan untuk maju? Yang paling mudah adalah carilah orang yang mau dengan hati bersih dan keinginan kuat untuk memajukan organisasi tersebut. Pembibitan dimulai dari awal, dimana pembibitan sudah dilakukan dengan cara kompetisi sehat semenjak SMP oleh PT DBL Indonesia. Yang kemudian berlanjut hingga tingkat SMA, hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah tersihir akan kehebatan kompetisi DBL yang digagas orang muda dari Surabaya yang memang dengan serius ingin mengembangkan bola basket di Indonesia. Bola basket bukanlah olahraga nomer 1 di negara ini, sampai sekarang olahraga nomer 1 memang masih sepakbola, sudah terbukti dengan membludaknya penonton yang dengan bangga meneriakkan 'GARUDA DI DADAKU!' yang tidak hanya di stadion GBK saja, tapi sampai di rumah-rumah mereka masing-masing. Tapi apa yang dilakukan Perbasi dengan kenyataan itu? Perbasi mau untuk maju, maka menggandeng Azrul Ananda, penggagas DBL Indonesia untuk memajukan basket di Indonesia. Orang yang diakui dikalangan basket Indonesia, karena kemampuannya memajukan basket di Indonesia ini. Selain itu, pergantian Ketua Umum PERBASI juga dilakukan dengan cara yang benar, dimana ketua umum yang lama tidak lagi mencalonkan diri karena ia juga sudah merasa ada yang bisa lebih memajukan perbasketan negara ini. Suatu hal yang luar biasa dan patut dicontoh oleh PSSI.
Janganlah malu untuk belajar dari orang yang lebih muda. Dan hilangkanlah rasa malu untuk mundur daripada mempertahankan harga diri yang akan melukai hati banyak orang.
dim, tulisnya rata kiri kanan, biar rapi. sip, serasa membaca artikel dikoran dim! keren cara penulisanmu ^^
ReplyDeletewuihh... ga nyangka pek tnyta kw jago merangkai kata jg, hahaa... tau gt kw msuk bahasa ae ndek mben, huehehee..
ReplyDeletewah.. ga nysel ngajari kw bkin blog.. tnyta anak didik ku CUKUP pandai jg!wkwk..
anw, keep it up, boy! ;)
@hendry : ow..thank buat masukan'e hen! hahaha...
ReplyDelete@na2 : penghinaan!