Semua manusia selama hidup pasti butuh makan! Kecuali orang-orang suci yang bisa hidup tanpa makan. Hal ini pantaslah sudah menjadi harga mati bagi semua umat manusia di bumi ini. Makanan akan memberikan kekuatan jasmani untuk beraktifitas.
Siapa yang tahu bahwa harga cabai akan sampai pada angka Rp 100.000,00? Itu sudah bahaya! Cabai memang tidak semua orang suka, tapi rata-rata orang memakan cabai karena hobi dan bahkan ada yang sudah kecanduan cabai (makan tidak pakai sambal=tidak makan). Memang bukan kesalahan mereka bila mereka harus mamakan cabai, karena memang Indonesia adalah negara agraris yang apa saja ditanam ditanah bangsa ini pasti akan tumbuh! Hebat kan negaraku?
Tapi, tolonglah untuk merefleksikan apa yang ada dinegara ini. Negara agraris yang masih tiap tahunnya mengimpor beras, gula, bahkan cabai dari Thailand sudah bisa masuk ke negara ini walaupun memang kurang digemari karena rasanya yang beda/kurang pedas.
Sungguh bahaya! Makanan adalah hal yang paling vital dalam pemerintahan sebuah negara! Coba bayangkan, bila kita tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pangan negara kita sendiri dan negara lain yang akan 'menjajah' lewat pangan, mau jadi apa negara ini? Jangan heran bila rakyat Indonesia bisa saling bunuh untuk mendapatkan makanan. Contoh gampangnya, dengan pasar murah dan sembako murah, orang berebut tidak karuan untuk mendapatkannya, padahal saat ini kebutuhan pangan masih bisa dijangkau. Bayangkan bila kebutuhan pangan sudah sulit dicari, tidak mungkin bila rakyat bisa saling bunuh untuk mengenyangkan perut mereka. Habis sendiri kita, tanpa dijajah bangsa lain, bangsa lain akan tertawa terbahak melihat kita yang akan saling bunuh demi sesuap nasi.
Sebenarnya apa yang salah dengan negara ini?! PEMERINTAH! Ya, memang itu jawabannya. Pemerintah saya nilai lamban dan payah bahkan cenderung masih memikirkan PARTAI SAMPAH mereka dibanding memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Parah memang, negara agraris masih mengimpor beras dari Thailang yang notabene wilayah mereka lebih kecil daripada negara ini tapi masih bisa mengekspor beras ke negara ini. Bencana alam memang tidak bisa dihindarkan, hama wereng dan belalang memang musuh utama bila terjadi gagal panen. Tapi, siapa yang membuat bencana alam banjir terjadi? Bukankah itu semua akibat ulah manusia?!
Pemerintah harus memberi dana tambahan untuk benih, pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian untuk petani. Lahan pertanian jangan dijadikan bangunan! Semua sudah ada porsinya sendiri-sendiri. Daripada pemerintah mengimpor beras, bukankah lebih baik memodali petani Indonesia dengan skill dan ilmu yang baru serta benih murah/gratis kepada mereka? Sehingga mereka semua bisa mendapatkan untung, bila mereka kalah dengan beras impor maka mereka juga yang akan buntung.
Masih teringat jelas, bahwa partai politik ORBA yang sukses swasembada pangan diagung-agungkan oleh rakyat kecil terutama petani. Bila mau partai politik kalian sukses, sukseskan dulu rakyat kecil, maka mereka akan menyukseskan kepentingan anda juga.
No comments:
Post a Comment