Banyak berita tersiar akhir-akhir ini mengenai diusiknya Daerah Istimewa Yogyakarta! Saya adalah orang Solo, yang sedikit banyak kenal tentang Jogja. Yang saya bingungkan hingga sekarang mengenai diusiknya tentang keistimewaan Jogja itu apa?! Kesultananan yang dicintai rakyatnya, Sultan yang demokrasi dan bertindak logis tidak perlu dipermasalahkan.
Malah, menurut saya, yang perlu dipermasalahkan adalah pihak yang mempermasalahkan keistimewaan Jogja. Ngapain sih SBY mempermasalahkan masalah yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan?! Saya tahu bahwa SBY bukanlah orang yang bodoh. Di mata saya, SBY adalah orang yang pandai, dia adalah lulusan terbaik pada zamannya, dan hanya baru 1 orang yang mampu mengimbangi kepandaiannya saat lulus dari pendidikan TNI-nya itu, itupun baru dapat disetarakan setelah berpuluh tahun sejak SBY lulus dari pendidikannya, yaitu pada tahun 2010. SBY bukanlah orang bodoh, dia hanya haus akan jabatan! Bukankah demikian? Keistimewaan SBY tidak perlu dipermasalahkan, itu malah menyakiti perasaan rakyat Jogja setelah diusiknya hal itu, mereka semua lebih menghargai Sultan daripada Presiden. Kurang kerjaan atau mau menggulingkan demokrasi Jogja?! Indonesia adalah negara besar, negara dengan banyak kultur dan budaya. Jangan samakan tiap daerah dengan Jakarta!
Itu adalah blunder besar karena dengan dipermasalahkannya keisitimewaan Jogja, maka sekarang SOLO ikut mempermasalahkan dikembalikannya Daerah Istimewa Surakarta! Saya sebagai pengamat hanya bisa berkata "SOKOR!". Mau digimanakan lagi? Blunder yang dibuat SBY dengan mempermasalahkan Jogja, apa sudah dipikirkan secara matang? Bagaimana bila Keistimewaan Jogja dikembalikan, lalu kota-kota lain juga menginginkan keistimewaan yang sama?!
Tapi setelah saya pikir lagi, ternyataaaaa....
Yang ingin membangun kerajaan adalah keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono! Bagaimana tidak? Politik sampah negara ini harus dihapus! Mengapa harus istri yang harus diajukan menjadi capres untuk 2014? Memang kepandaian saya mungkin belum sampai pada level dimana ibu Ani Yudhoyono yang sudah malang melintang dinegara ini selama lebih dari 6tahun ini. Tapi, masuk akalkah harus ibu AY yang maju capres? Saya jadi bingung, apa yang SBY pikirkan. Menghapus keistimewaan Jogja yang bersistem semi Kesultanan, tapi malah ingin membangun kerajaan politik keluarga.
Apa benar kalau saya memberi nama Kerajaan Yudhoyono sebagai ganti Republik Indonesia di mata dunia bahkan PBB?! Betulkan dulu politikmu! Politik macam apa itu? Politik seperti itu sudah bukan jamannya! Politik bersih? OK! Bersih diluar, amburadul didalam. Rakyat Indonesia sudah tidak bisa dengan mudah dibohongi seperti masa lalu, orang Indonesia adalah orang yang beradab dan menginginkan orang biadab dihapuskan!
Bukan begitu cara untuk mengalahkan saingan politik guna mencari suara terbanyak untuk menjadi seorang Presiden, pak! Toh, suara yang kalian dapat adalah dari hasil UANG kalian!
HAPUSKAN ANGKATAN POLITIKUS SAMPAH DARI INDONESIA INI! Bukan jaman anda lagi untuk mengatur maupun memimpin negara ini. Porsi anda adalah untuk memberi wejangan dan sebagai pengamat saja. Masih sangat banyak anak muda Indonesia yang valid untuk memimpin bangsa ini. Beri kami contoh yang beradab dan benar untuk meneruskan bangsa besar ini. Jangan kotori kami dengan politik sampah yang merusak akhlak dan akal kami.
pemikiran yg kritis, sip! keep on writing. it's your blog, with your own rules. Godspeed.
ReplyDeletewow..thanks hen!
ReplyDelete